Tol Padang-Pekanbaru, Konsultan Perencana Kaji Pemindahan Trase Lubuk Alung - Sicincin

Pengerjaan Jalan Tol Padang-Sicincin
Pengerjaan Jalan Tol Padang-Sicincin (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Walaupun belum ada balasan surat dari Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno untuk menerbitkan dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) dari Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, tapi konsultan perencana sudah turun melakukan pengkajian revisi design trase untuk STA KM 4,2 hingga STA KM 30,4.

Surat Gubernur Sumbar itu menindaklanjuti permintaan masyarakat untuk pemindahan trase. Lokasi trase yang ditolak warga Lubuk Alung berada di STA 17, sedangkan di Sicincin terletak di STA 30.

"Surat kami belum dibalas, tapi konsultan perencana sudah turun melakukan pengkajian revisi design trase," kata Kepala Bidang Pertanahan Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatra Barat Darmansyah, Selasa, 21 Januari 2020.

Baca Juga

Penolakan tersebut langsung diajukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara resmi. Bahkan Gubernur Sumbar sudah tiga kali melayangkan surat kepada Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.

"Warga meminta trase proyek strategis nasional itu dipindahkan, sebab melalui pemukiman, lahan produktif dan fasilitas umum," ungkap Darmansyah.

Surat dimaksud gubernur adalah permintaan revisi dokumen perencanaan pengadaan tanah STA 4,2 KM-STA 30,4 km. Revisi DPPT guna mempercepat proses penetapan lokasi, terutama di lokasi yang tidak ada penolakan.

Dijelaskannya, bia penlok belum juga terbit, proses pembebasan lahan, termasuk penilaian harga tanah belum bisa dimulai. Dengan kata lain, proses pembebasan lahan di STA KM 4,2-STA KM 30,4 belum bisa dilaksanakan karena belum ada penlok. Termasuk ganti rugi lahan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menegaskan, persolan awal tol Padang-Pekanbaru dari nilai harga tanah yang ditetapkan oleh appraisal sehingga merembet kemana-mana.

Menurutnya, masyarakat tidak menolak pembangunan tol, namun ganti rugi lahan mereka dihargai terlalu rendah.

"Pangkal masalah ada di appraisal, masyarakat sebenarnya tidur menolak. Kalau tanah oke, appraisal soal ganti rugi sesuai keinginan masyarakat selesai masalah," ujarnya.

Untuk diketahui Jalan Tol Padang - Pekanbaru terbagi menjadi enam seksi. Seksi I Padang - Sicincin 28 km, Seksi II Sicincin - Bukittinggi 41 km, Seksi III Bukittinggi - Payakumbuh 36 km, Seksi IV Payakumbuh - Pangkalan 43 km, Seksi V Pangkalan - Bangkinang 56 km, Bangkinang - Pekanbaru 38 km.

Seksi Padang - Sicincin dibangun terlebih dahulu dalam ruas tersebut memiliki nilai investasi hingga Rp4,75 triliun. Keseluruhan nilai investasi untuk seluruh ruas sebesar Rp80,41 triliun. Keseluruhan ruas ditargetkan dapat beroperasi penuh pada 2025.

Kemudian Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) berkomitmen untuk mendukung konstruksi pembangunan terowongan sepanjang 8,9 km di wilayah Payakumbuh. Perkiraan biaya pembangunan terowongan US$700 juta. (*)

Video

Sumbar Kesulitan Solar

YouTube channel KlikPositif.com

Editor: Joni Abdul Kasir