Pemko Payakumbuh Tidak Akan Tebang Pilih Dalam Menyegel Kafe

Penyegelan kafe langsung dilakukan Wako Payakumbuh, Riza Falepi, Senin (20/1)
Penyegelan kafe langsung dilakukan Wako Payakumbuh, Riza Falepi, Senin (20/1) (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF- Dilakukannya penyegelan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh, Senin (20/1) terhadap lima kafe yang terindikasi dijadikan tempat maksiat serta sejumlah kafe yang izin operasinya telah habis mendapat beragam tanggapan dari warga daerah tersebut.

Diantaranya ada yang mendukung tapi tidak sedikit juga yang mempertanyakan komitmen Pemko Payakumbuh dalam memberantas maksiat serta keberadaan kafe tak berizin, karena selain lima kafe yang disegel itu diduga masih terdapat sejumlah kafe lain yang dinilai menyalahi aturan.

"Jangan tebang pilih dalam menegakkan aturan. Karena, di Payakumbuh juga masih ada kafe lain yang diduga dijadikan tempat maksiat, salah satunya justru berada tidak jauh dari kantor wali kota," kata Eko, salah seorang warga Payakumbuh, Selasa (21/1).

Baca Juga

Menanggapi tantangan dari warganya itu, Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi menyebut, penyegelan terhadap lima kafe yang sudah dilakukannya itu sesuai dengan aturan dan juga desakan dari sejumlah warga di Kota Randang itu. Meski demikian, ia memastikan bahwa penyegelan sudah sesuai dengan aturan.

"Ini merupakan respon cepat kita atas aspirasi warga, ada laporan kepada pemko, tentu penertiban yang dilakukan memperhatikan regulasi yang ada," kata Riza Falepi.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Payakumbuh Harmayunis menerangkan, Kafe Tambak Indah dan Kafe Beranda disegel karena izinnya sudah habis. Sedangkan tiga kafe lain, yaitu Emstu, Wiratama, dan Kalam Sanjo disegel karena melanggar izin operasi dan terindikasi sebagai lokasi maksiat.

"Ada beberapa kafe lain yang sedang dipantau oleh terkait izin dan beberapa bentuk pelanggaran kepada Perda seperti jam operasional yang sudah melewati batas pukul 00.00 malam," kata Harmayunis.

Di sisi lain, Kepala Satpol PP Payakumbuh Devitra menyebut, dalam melakukan penyegelan terhadap kafe ataupun tempat hiburan pihaknya tidak melakukan secara serampangan ataupun tebang pilih. Dia memastikan, apabila kafe yang lain melakukan pelanggaran kepada Perda No 1 Tahun 2007 tentang Izin Usaha Jasa Kepariwisataan dan Perda Nomor 12 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penindakan Penyakit Masyarakat dan Maksiat, maka tentu akan ditindak sesuai aturan.

"Semuanya ada proses, kita tidak bisa asal tindak begitu saja, ada SOP yang harus diikuti, kafe yang disegel sudah jelas izinnya habis atau melanggar Perda. Untuk yang lain akan kita tinjau terus, bahkan akan kita lakukan razia rutin kesana nanti, bila tidak mengindahkan aturan juga, maka baru kita berlakukan penutupan bahkan penyegelan," kata Devitra. (*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Editor: Taufik Hidayat