Kakek di Agam Ini Ubah Sepeda Motor Gantikan Kerbau Untuk Pengolahan Tebu

Yurnalis Sutan Mantari (65), mengolah sepeda motor miliknya menjadi sarana untuk menggiling tebu
Yurnalis Sutan Mantari (65), mengolah sepeda motor miliknya menjadi sarana untuk menggiling tebu (Hatta Rizal)

AGAM, KLIKPOSITIF- Petani Saka (gula merah) Yurnalis Sutan Mantari (65), mengolah sepeda motor miliknya menjadi sarana untuk menggiling tebu.

Hal ini terpaksa dilakukannya karena tak punya kerbau, maupun mesin giling buatan pabrik.

Kakek 2 cucu ini, merupakan petani saka (gula merah) tradisional di Lukok, Jorong Batang Silasiah, Nagari Bukit Batabuah, Kecamatan Canduang, Agam-Sumbar. Saka merupakan pemanis lokal yang terbuat dari sari tebu. Sebelum Saka bisa diolah, terlebih dahulu tebu itu harus diperas airnya dengan menggunakan mesin yang ditarik oleh kerbau atau mesin.

Baca Juga

"Saya sudah 50 tahun memproduksi Saka. Sebelumnya pakai kerbau, tapi kerbaunya sudah tak ada karena sudah diambil sama yang punya. Harga kerbau itu 15 juta, sedangkan mesin giling pabrik 25 juta. Saya tak punya uang dan butuh makan. Makanya saya cari cara, akhirnya timbul ide pakai sepeda motor,''ucap Yurnalis dengan polos, Sabtu 25 Januari 2020, saat ditemui di pondok Sakanya.

Mekanisme kerjanya tergolong simpel. Sepeda motor tersebut, diikat pada dua gagang kayu yang terekoneksi ke mesin peras, di sadel belakang dan di bagian stang. Lalu, tali gas, diikatkan ke sebuah penampang agar menimbulkan tarikan konstan. Lantas sepeda motor itu akan memutari trek seperti yang dilakukan kerbau. Sementara Yurnalis, hanya perlu memasukkan tebu ke mesin peras. Hasilnya, sangat efektif, sepeda motornya mampu menghasilkan air tebu sebanyak tarikan kerbau.

"Saya mulai jam 8 pagi, selesai jam 1 siang, mampu menghasilkan 500 liter air tebu, kalau dengan kerbau, sama hasilnya. Dari air tebu sebanyak itu, lalu dimasak dan diproses, hingga menjadi 30 kilogram saka. Jika pakai mesin pabrik, bisa 100 kilogram sehari, sayang mesinnya tak kebeli,''sambungnya.

Menyaksikan sepeda motor Yurnalis cukup mengasyikkan, sepeda motor itu dibelinya dulu seharga 700 ribu saja. Hanya bisa berjalan saja, maklum sepeda motor jadul dan bekas, bodinya sudah copot di sana-sini, knalpotnya bising dan menimbulkan suasana gaduh tiap kali beraksi.

"Sudah 2,5 tahun pakai motor, semoga mesin itu bisa dibeli walau kelihatannya sulit dijangkau,''imbuhnya.

Dengan sepeda motor itu, ia hanya mengeluarkan biaya 2 liter bensin sehari, dan dilakukannya tiap hari demi menghidupi keluarganya.

"Kebun tebu saya sedikit, jadi saya mengerjakan tebu milik orang, dalam sehari paling penghasilan setelah dibagi dua dengan pemilik tebu, hanya 100 ribu saja. Tapi tak masalah, yang penting dapur tetap ngebul dan saya tetap bisa bekerja dengan sedikit inovasi,''tutupnya.

Luas lahan tebu di Bukit Batabuah yang berada di lereng Gunung Marapi mencapai ratusan hektar, diperkirakan ada puluhan petani Saka di sini yang memanfaatkan jasa kerbau dan mesin pabrik dalam mengolah saka. Yurnalis merupakan satu-satunya petani yang berinovasi dengan mengganti tenaga kerbau dengan sepeda motor, sementara petani lain, yang punya uang, lebih suka mengganti tenaga kerbau dengan mesin pabrik.

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Eko Fajri