Mengalami Gejala Mirip Corona, Pasien Asal Lima Puluh Kota Dirujuk ke Padang

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

LIMA PULUH KOTA, KLIKPOSITIF- Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Lima Puluh Kota - Sumbar. Salah seorang warga asal daerah tersebut diduga terserang virus corona atau COVID-19 setelah pulang dari luar negeri.

Kabar tersebut dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Bakhrizal yang menyebut, bahwa memang ada salah seorang warga asal Kabupaten Lima Puluh Kota yang diduga terserang virus Corona. Saat ini pasien itu telah dirujuk ke Kota Padang untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

"Laporan staf RSI Ibnu Sina memang seperti itu, namun belum dalam laporan mingguan wabah (W2). Ada dugaan penyakit seperti itu. Namun kita masih menunggu konfirmasi selanjutnya," sebut Bakhrizal, Kamis (13/2/2020).

Baca Juga

Bakhrizal masih enggan merinci terkait identitas pasien, dia hanya menjelaskan bahwa pasien adalah seorang perempuan asal Situjuah, Kabupaten Lima Puluh Kota.

"Diperkirakan dia baru pulang dari Malaysia, sekitar satu minggu ini," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak RS, yang bersangkutan menunjukkan gejala mirip virus corona, seperti sesak nafas dan demam.

"Karena gejalanya itu cukup mirip, pihak RS langsung merujuk ke RSUP M Djamil. Yang perlu kami tegaskan ini baru dugaan, untuk pastinya kita masih menunggu keterangan dari Rumah Sakit M Djamil," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat Merry Yuliesday mengaku belum mengetahui adanya kasus dugaan warga Kabupaten Limapuluh Kota terpapar virus corona.

"Hah, la tagak lo liek virus corona (Hah, sudah berdiri lagi virus corona)," ujarnya sambil berseloroh mendengar kabar tersebut saat dihubungi KLIKPOSITIF, Kamis, 13 Februari 2020.

Namun demikian, Merry mengimbau kepada siapa saja baik pihak rumah sakit maupun pejabat di Dinas Kesehatan yang ada di Sumbar untuk tidak cepat memvonis seseorang terpapar virus corona.

"Jangan cepat memvonis, kasihan keluarga, sama seperti kasus sebelumnya ada yang pulang umrah meninggal dunia lalu diduga Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV)," ujarnya.

Dijelaskannya, untuk tahu terpapar corona harus melalui pemeriksaan laboratorium dulu dengan pengambilan sampel. Kemudian dilakukan penelitian selama dua hari.

"Nanti ada keluarga tidak terima bisa diproses hukum. Jadi jangan sembarangan, prosesnya didiagnosa dulu. Orang pulang umrah sakit, sampai ajal ya meninggal," katanya.

Video

Dramatis, Personel BPBD Solok Lewati Sungai dengan Seutas Tali

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Taufik Hidayat | Editor: Haswandi