Termasuk Kosmetik Ilegal, Kejaksaan Negeri Payakumbuh Musnahkan BB

Pemusnahan kosmetik ilegal di halaman Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Rabu (19/2).
Pemusnahan kosmetik ilegal di halaman Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Rabu (19/2). (ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Kejaksaan Negeri Payakumbuh melakukan pemusnahan barang bukti (BB) kejahatan sepanjang 2018 sampai 2019 di halaman kejaksaan, Kawasan Koto Nan IV, Kecamatan Payakumbuh Barat, Rabu (19/2). Yang dimusnahkan adalah BB yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 60 perkara, yaitu 15 perkara narkotika jenis ganja dengan BB seberat 4.716.28 gram atau sekitar 4,7 kilo gram, sabu-sabu sebanyak 41 perkara dengan BB 544.91 gram, satu perkara terkait pil ekstasi dengan BB seberat 21,24 gram, dua perkara terkait UU kesehatan khususnya kosmetik, dan terakhir perkara yang berhubungan dengan UU Nomor 12/DRT 1951 khusus terkait kepemilikan senjata api.

Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh , Suwarsono mengatakan, pemusnahan BB dilakukan setelah perkara tersebut berkekuatan hukum tetap.

Baca Juga

"Kita memusnahkan barang bukti dari 60 perkara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Barang bukti yang kita musnahkan diantarannya, narkoba, rokok, dua buah senpi (senjata api) rakitan, serta kosmetik ilegal. Dari 60 perkara itu, 57 diantaranya merupakan perkara narkoba," katanya, Rabu (19/2).

Hadir dalam kegiatan pemusnahan tersebut Bupati Lima Puluh Kota, Irfendi Arbi, Sekdako Payakumbuh Rida Ananda, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Pati, Ketua PN Payakumbuh , DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Dandim 0306/50 Kota, Kapolres Payakumbuh , dan Kepala LPKA Tanjung Pati.

Untuk pemusnahan BB jenis narkoba dilakukan dengan cara dibakar dalam tiga buah tong yang telah disediakan, sementara untuk kosmetik digiling atau dilindas menggunakan satu buah alat berat. Sedangkan dua senjata api dimusnahkan dengan cara dipotong menjadi beberapa bagian.

Sekdako Payakumbuh , Rida Ananda menyebut, pemusnahan barang bukti yang dilakukan adalah bentuk nyata dari upaya semua pihak untuk memerangi kejatahan.

"Ini komitmen bersama untuk memerangi kejatahan. Apalagi narkoba merupakan musuh bersama. Jadi mari kita semua, tidak saja penegak hukum untuk ikut memerangi kejahatan," jelasnya. (*)

Baca Juga
Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Editor: Taufik Hidayat