Malam Ini, Pegiat Festival Galundi Singkarak Hadir di FesTalk Yogyakarta

Chaink dalam salah satu kesempatan saat hadir dalam kegiatan Begawai Nusantara beberapa waktu lalu di Ciamis, Jawa Barat.
Chaink dalam salah satu kesempatan saat hadir dalam kegiatan Begawai Nusantara beberapa waktu lalu di Ciamis, Jawa Barat. (Ade Suhendra)
YOGYAKARTA, KLIKPOSITIF -

Puluhan pegiat festival berbasis masyarakat dari berbagai daerah yang tergabung dalam jaringan Begawai Nusantara luncurkan festival kebudayaan yang diawali di Desa Sidaharja, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis yang bertajuk Lakbok Ngaliwet pada 22-23 Februari 2020 lalu. Dalam kesempatan tersebut, dari 13 festival yang tergabung dalam jaringan Begawai Nusantara tersebut, 4 di antaranya adalah festival yang dihelat di Sumatera Barat.

Keempat festival tersebut adalah Pasa Harau Art & Culture Festival di Harau, Kabupaten Limapuluh Kota dan Legusa Festival di Sikabu-kabu Tanjuang Aro, Kabupaten Limapuluh Kota. Kemudian Sentak Festival di Ampek Angkek Canduang, Kabupaten Agam dan Sabana Festival di Sungai Landia, Kabupaten Agam.

baca juga:

Selain itu, ada salah satu festival di tepian Danau Singkarak tepatnya di Nagari Batutaba, Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar yang akan masuk dalam jaringan Begawai Nusantara . Festival tersebut yaitu Galundi Singkarak Festival yang baru pertama kali digelar pada 26-27 Oktober 2019 lalu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Dedi Novaldi, salah seorang konseptor Galundi Singkarak Festival mengatakan saat ini festival tersebut belum masuk dalam jaringan Begawai Nusantara . Namun ia berharap ke depannya Galundi Singkarak Festival dapat masuk dan menjadi bagian dari jaringan Begawai Nusantara .

baca juga:

"Tahun ini belum masuk dan Begawai Nusantara bakal sedikit selektif untuk bisa memasukkan festival berbasis masyarakat ini ke dalam jaringannya," kata Dedi Novaldi yang akrab disapa Chaink ini.

Ia menjelaskan saat ini Galundi Singkarak Festival berstatus festival peninjau. Kemudian untuk bisa masuk ke jaringan Begawai Nusantara dikatakannya perlu adanya 3 rekomendasi festival yang telah masuk jaringan.

baca juga:

"Malam ini, Saya akan hadir dalam obrolan santai FesTalk di Yogyakarta, tepatnya di Rene Cafe pukul 19.00 WIB yang berada di Jalan Sagan No 3 Yogyakarta bersama beberapa festival lainnya di nusantara seperti Festival Panen Kopi Gayo di Aceh, Layang Lakbok Festival di Ciamis dan 3 festival di Kalimantan Selatan yaitu Mesiwah Pare Gumboh, Rungkuk Meratus, dan Tabalong Ethnic Festival," ujarnya.

Chaink yang baru saja menamatkan studi magisternya tentang kajian iven di Pascasarjana UGM ini mengatakan malam nanti bakal berbagi kisah kasih tentang festival yang dimana ia terlibat di dalamnya. Ia juga akan berbagi cerita tentang bagaimana masyarakat Nagari Batu Taba, Kabupaten Tanah Datar berupaya mewujudkan sebuah 'peristiwa bersama' dengan semangat gotong royong dan bagaimana dampak yang dirasakan oleh masyarakat melalui pola kerja gotong royong tersebut.

baca juga:

"Kemudian Saya akan bercerita bagaimana masyarakat Batu Taba membuat dan memaknai instalasi artistik yang dihadirkan di Galundi Singkarak Festival. Tema menarik lainnya juga akan disampaikan oleh teman-teman pegiat festival lainnya seperti bagaimana milenial menyikapi dan mengambil peran untuk turun ke masyarakat dalam upaya membuat peristiwa bersama serta bagaimana sebuah ritual budaya perlahan menjadi festival budaya di Desa Liyu Kalimantan Selatan, dan tema menarik lainnya," kata Chaink.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi