Di Sumbar, Wakil Gubernurnya Main Layang-layang, Begini Keseruannya

Teks Foto: Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menarik benang layang-layang saat lomba layang-layang di Nagari Sungai Gimba Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, Minggu (23/2)
Teks Foto: Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menarik benang layang-layang saat lomba layang-layang di Nagari Sungai Gimba Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, Minggu (23/2) (Istimewa)

PADANG PARIAMAN, KLIKPOSITIF - Permainan tradisional layang-layang tetap eksis di tengah kegandrungan generasi milenial terhadap game online saat ini. Hal ini terlihat dari lomba layang-layang di Nagari Sungai Gimba Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, Kemarin (23/2) yang diikuti puluhan masyarakat.

Ratusan masyarakat Nagari Sungai Gimba Ulakan dan nagari tetangga tumpah ruah menyaksikan lomba layang-layang ini. Lomba layang-layang terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit . Tidak hanya sekedar membuka acara lomba layang-layang, tapi Nasrul Abit juga secara simbolis ikut menarik benang menaikan layang-layang.

Nasrul Abit berbaur bersama peserta lomba layang-layang tali lima dan terlihat begitu menikmati menonton lomba permainan yang tidak lekang oleh zaman ini.

Baca Juga

"Ambo (Saya) baru pertama kali melihat lomba layang-layang. Dulu Ambo main layang-layang yang ketek-ketek (kecil-kecil), pendek-pendek, pakai ekornya panjang-panjang. Patang ko (beberapa waktu lalu-red) batamu (ketemu) ada layang-layang yang panjangnya sampai empat meter, lai sabananyo tu (apa benar ini)," ujar Nasrul Abit , dengan semangat.

Pada kesempatan lomba layang-layang tersebut, Nasrul Abit berpesan, agar jangan sampai layang-layang bacakak (berkelahi) di langit, di bawah yang punya layang-layang ikut bacakak.

Nasrul Abit mengatakan, Pemprov Sumbar dalam melaksanakan program dan kegiatannya berbaur bersama dengan rakyat kecil dan tidak lagi ekslusif.

Hal ini menurut Nasrul Abit berdasarkan pengalaman sewaktu berkunjung ke Wamena, Provinsi Papua berbaur bersama masyarakat Minang yang mengungsi akibat konflik di sana.

Nasrul Abit menceritakan bagaimana perjuangannya membawa 864 masyarakat Minang yang ada di sana untuk di bawa ke kampung halamannya, karena kondisi mereka yang nyawanya terancam.

"Ada 864 masyarakat Minang di Wamena yang berhasil kita bawa ke Padang, Pasaman, Pessel, Solok, Solsel, Pasaman, Limapuluh Kota dan lainnya. Kami harus melindungi masyarakat Minang di mana pun berada," tegas Nasrul Abit .

Diakui Nasrul Abit , saat ini masih banyak masalah yang di alami masyarakat. Seperti masih ada nagari yang tertinggal. Ini menjadi perhatiannya.

"Ke depan, kita akan prioritaskan pembangunan untuk daerah yang tertinggal, dan masyarakat kurang mampu. Rumah tidak layak huni kita akan prioritaskan untuk mendapat perhatian," ungkapnya.

Wali Nagari Sungai Gimba, Ulakan, Irman Triadi mengatakan, kehadiran Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit sangat mengesankan.

"Kehadiran Nasrul Abit , membuktikan bahwa beliau sangat berpartisipasi, sehingga masyarakat mengenal siapa dirinya. Nasrul Abit turun ke lapangan saat terjadi masalah dengan masyarakatnya. Baik di Sumbar maupun di daerah lain," ujarnya.

Salah seorang masyarakat Nagari Sungai Gimba Ulakan, Khaidir mengatakan, kehadiran Wakil Gubernur Sumbar direspon antusias masyarakat. "Masyarakat sangat bersemangat dengan kehadiran Wakil Gubernur Sumbar," ujarnya. (*)

Baca Juga
Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Editor: Joni Abdul Kasir