Ruangannya Digeledah Penyidik, Direktur RSUD: Kegiatan insinerator bukan waktu saya

Dirut RSUD Adnan WD, dr. dr. Efrizal Naldi  saat mendampingi penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh waktu melakukan penggeledahan.
Dirut RSUD Adnan WD, dr. dr. Efrizal Naldi saat mendampingi penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh waktu melakukan penggeledahan. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Direktur RSUD Adnan WD Payakumbuh , dr. Efriza Naldi memastikan, pihaknya akan bersifat kooperatif dengan penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh yang sebelumnya melakukan penggeledahan di ruangannya terkait kasus dugaan korupsi insinerator atau alat pembakaran limbah medis, Selasa (25/2).

Dia mengaku tidak begitu mengetahui terkait kasus tersebut, karena pada 2016 saat pengadaan insinerator dirinya belum menjabat sebagai Direktur RSUD Adnan WD.

Efrizal Naldi sendiri diketahui ikut mendampingi penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh saat melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan, termasuk ketika ruangan kerja digeledah.

Baca Juga

"Waktu kegiatan insinerator bukan waktu saya. Ada beberapa dokumen perencanaan dan kegiatan insinerator yang dibawa penyidik. Salah satunya surat menyurat pada tahun tersebut," ujarnya, Selasa (25/2).

Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (25/2) siang, sekitar pukul 11.00 WIB, belasan belasan penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh melakukan penggeledahan di beberapa ruangan RSUD Adnan WD Payakumbuh .

Diantara ruangan yang digeledah tim penyidik yang datang menggunakan rompi bertuliskan Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi itu adalah ruang arsip dan ruang direktur. Penyidik diketahui baru meninggalkan RSUD Adnan WD sekitar pukul 15. 30 WIB.

"Penggeledahan ini untuk proses penyelidikan dugaan korupsi pada kegiatan Insinerator," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Payakumbuh , Satria Lerino usai melakukan penggeledahan. (*)

Baca Juga
Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Editor: Taufik Hidayat