Bayi Ditinggal Orang Tuanya di RSUD Sungai Dareh, Begini Kondisinya

ilustrasi
ilustrasi (net)

DHARMASRAYA , KLIKPOSITIF -- Seorang bayi berjenis kelamin laki-laki yang belum memiliki nama ditinggal orang tuanya setelah dilahirkan di RSUD Sungai Dareh, Dharmasraya . Bayi laki-laki itu diketahui lahir dalam kondisi prematur pada 16 Februari 2020.

Hingga hari ini, Jumat 28 Februari, bayi dengan berat badan hanya mencapai 1.350 gram dan tinggi 42 cm tersebut masih belum dijemput oleh kedua orang tuanya ataupun pihak keluarga lainnya.

Menghilangnya orang tua bayi berawal pada Senin pekan lalu. Sang ibu yang bernama Santi (37) meminta izin untuk pulang ke rumahnya, sementara ayah bayi Dan Arnel (39) juga meminta izin untuk mengantarkan istrinya pulang pada Senin 17 Februari 2020. Setelah dua hari berselang, orang tua bayi tidak kunjung kembali ke RSUD Sungai Dareh. Lantas, pihak RSUD menghubungi yang bersangkutan melalui telfon genggam, tetapi tidak ada jawaban.

Baca Juga

"Kita coba lakukan pengecekan di pendaftaran untuk mengetahui alamatnya, ternyata yang bersangkutan tidak menggunakan KTP hanya mengaku tinggal di perbatasan," ungkap Kepala Bidang Pelayanan Milana Gafar kepada KLIKPOSITIF .com.

Lebih lanjut Milana Gafar mengungkapkan pihak RSUD Sungai Dareh sempat mendapatkan balasan melalui pesan di telfon genggam dari orang tua bayi yang mengatakan akan mengumpulkan uang terlebih dahulu untuk membiayai persalinan anaknya.

"Sekarang yang kita butuhkan bukan biaya administrasi persalinan bayi , tetapi kehadiran orang tua bayi , sebab bayi ini sangat membutuhkan ASI dari orang tuanya, namun sampai saat ini setelah pesan tersebut kita terima, tidak ada tindak lanjut dari orang tua bayi ," ungkapnya.

Ia berharap pihak keluarga dapat melakukan koordinasi dengan pihak RSUD Sungai Dareh melihat kondisi bayi saat ini, karena bayi memerlukan perawatan intensif, jika ada tindakan tentunya harus sepengetahuan dan seizin orang tua dan pihak keluarga.

"Kami terus fokus menangani bayi agar berat badannya baik dan bisa pulang. Dokter yang menangani bayi tersebut memberikan batas tertentu untuk memperbolehkan pulang, seperti berat badan mencapai 1.800 gram serta melihat kembali kondisi bayi ."ucap Milana.

Kini sang bayi , mendapatkan perawatan intensif di ruangan Perinatologi dan mendapatkan perawatan khusus dari pihak RSUD. Pasalnyakondisi reflek hisapnya agak kurang baik, sehingga untuk meminum susu harus menggunakan NGT atau selang. Kondisi ini membuat berat badan bayi mengalami penurunan.

Jajaran rumah sakit RSUD Sungai Dareh memberikan bantuan seperti uang sosial kepada pasien, guna memenuhi kebutuhan yang akan diberikan kepada pasien, untuk membayar uang susu dan kebutuhan lainnya nanti yang akan diberikan.

"Kita juga telah melakukan koordinasi dengan dinas sosial terkait kondisi ini," tuturnya.

Baca Juga
Video

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Ivan Rionaldo Lutfie | Editor: Ramadhani