Antisipasi Penyebaran Covid-19, Polres Payakumbuh Produksi Hand Sanitizer

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi dan Polres Payakumbuh, AKBD Dony Setiawan membagikan hand sanitizer ke warga di Posko Tanggap Darurat Covid-19, Jumat (20/3).
Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi dan Polres Payakumbuh, AKBD Dony Setiawan membagikan hand sanitizer ke warga di Posko Tanggap Darurat Covid-19, Jumat (20/3). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Menyikapi mulai langkanya cairan pembersih tangan atau hand sanitizer di apotek atau toko-toko, Polres Kota Payakumbuh membuat hand sanitizer yang diletakkan di ruang-ruang publik kawasan polres dan juga dibagikan ke masyarakat.

Kapolres Kota Payakumbuh , AKBP Dony Setiawan menyebut, pihaknya berinisiatif membuat hand sanitizer, setelah melihat edarah dari World Health Organization (WHO).

"Di edaran WHO tersebut ada bahan-bahan untuk membuat hand sanitizer, dari situ kami berkoordinas dengan dinkes dan coba bikin," kata AKBP Dony kepada wartawan saat mengunjungi posko informasi Covid-19, Jumat (20/3).

Baca Juga

Setelah diproduksi, hand sanitiser itu diletakkan di sejumlah titik yang sering terjadinya interaksi antara masyarakat dengan personel di lingkungan polres.

"Kita juga bagikan di sini (posko tanggap darurat Covid-19), hari ini kita juga melaksanakan operasi Ama Nusa II terkait bencana corona . Kita samakan kediatan dengan Forkopimda Payakumbuh ," terangnya.

Mantan Kapolres Solok Kotaa itu menambahkan, produksi hand sanitizer oleh pihak polres diharapkan dapat menginsiprasi masyarakat untuk membuatnya di rumah mereka masing-masing.

"Kita juga sampaikan kepada wali kota dan meminta dinkes untuk ikut membuatnya dan bagikan juga ke masyarakat," jelasnya.

Terkait langkanya hand sanitizer di Kota Payakumbuh , pihaknya sudah melakukan pengecekan ke sejumlah toko dan apotek di daerah tersebut. Dan sampai sejauh ini belum ditemukan adanya penimbunan oleh pihak tak bertanggung jawab.

"Kita sudah melakukan pengecekan ke setiap toko yang menjual, memang stok terbatas. 90 persen mengatakan tidak distok lagi bukan karena dibeli dalam jumlah banyak oleh warga dan dibawa ke luar daerah," terangnya. (*)

Baca Juga
Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Editor: Taufik Hidayat