Kejari Pessel Dalami Dugaan Penyelewengan Anggaran Dana Desa di Nagari Taratak

Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan
Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan (Ist)

PESSEL, KLIKPOSITIF - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pesisir Selatan , dalami laporan dugaan penyelewengan penggunaan Dana Desa (DD) di Nagari Taratak, Kecamatan Sutera. Laporan tersebut terkait pembangunan infrastruktur jalan desa di nagari setempat.

Kasubsi Ekonomi dan Pembangunan Strategis Kejari Pesisir Selatan , Rahmat mengatakan, pihaknya sudah memanggil wali nagari bersangkutan dan Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) di Kecamatan setempat.

baca juga: Pemkab Pessel Jadikan PSBB Tahap Tiga Sebagai Transisi ke New Normal

Menurutnya, pemanggilan saat itu untuk mengumpulkan keterangan, dan pendalaman terhadap dugaan penyelewengan DD yang telah dikantongi kejaksaan.

Dikatakannya, seluruh keterangan dan data yang dimiliki sudah layak untuk segera diselidiki.

baca juga: Kontak Dengan Pasien COVID, 37 Tenaga Puskesmas di Pessel Dikarantina

"Untuk selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pimpinan, untuk menaikan apakah ini sudah bisa ditetapkan statusnya menjadi penyelidikan. Mengingat dari keterangan dan data awal sudah cukup," ungkap Rahmat kepada wartawan, Kamis (2/32020).

Ia menjelaskan, untuk pemanggilan dan pengumpulan keterangan terkait kasus dugaan penyelewengan DD tersebut, Jaksa melakukan dua hari secara bergantian, sejak Selasa 24 hingga Kamis 26 Maret 2020 lalu.

baca juga: Pemkab Pessel Buka Seluruh Objek Wisata Untuk Umum

"Yang pertama dilakukan pemanggilan yaitu wali nagarinya. Dari hasil pemanggilan dan permintaan keterangan terhadap dua orang tersebut bagi kami untuk tim intelijen kejaksaan sudah cukup," jelasnya.

Lanjutnya, untuk meningkatkan laporan tersebut menjadi kasus pihak akan segera melengkapi alat bukti lainnya. Setidaknya, kasus tersebut segera diusut tuntas untuk mencegah terjadinya kerugian terhadap keuangan negera.

baca juga: 30 Warga Batangkapas Pessel Jalani Karantina COVID-19

"Jadi dari penyelidikan itu, nantinya akan ditetapkan tersangkanya dan melengkapi alat bukti lainnya,"tuturnya.

Sebelumnya, Inspekporat Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat juga bakal memproses dugaan penyelewengan DD di nagari Taraktak, terkait pembangunan Jalan Pinang Baririk tahun anggaran 2019.

Namun hingga kini, belum ada tindak lanjutnya. Bahkan, saat itu Kepala Inspektorat Pesisir Selatan , Ahda Yanuar mengaku sedang melakukan koordinasi untuk menyikapi kasus tersebut, serta mengumpulkan sejumlah bukti-bukti untuk memproses sesuai perundang-undangan.

"Bapak lagi koordinasi untuk menyikapi laporan kasus ini," ungkapnya saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF , Selasa 10 Maret 2020.

Diketahui, pembangunan Jalan Pinang Baririk di Nagari Taratak dinilai tidak sesuai spesifikasi. Hal itu terungkap dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang didapat warga setempat.

Mereka menganggap, pembangunan jalan desa senilai Rp464 juta itu tidak sesuai ketentuan. Pelaksanaan kegiatan diduga tidak direalisasikan seluruhnya.

Di antaranya, terjadi kebocoran anggaran sekitar Rp181 juta. Adapun item kegiatan yang tidak tampak terlaksana adalah penimbunan sirtu dengan nilai Rp105 juta.

Lalu, untuk pemasangan batu kali jembatan, Rp32 juta. Plesteran jembatan Rp1,2 juta dan perkerasan rabat beton dengan nilai Rp42 juta.

"Karena kami menganggap banyak yang tidak dilaksanakan," kata salah seorang warga Nagari Taratak yang enggan disebutkan namanya.

Terpisah, Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) Sutera, Jumaidi saat itu membenarkan adanya beberapa item kegiatan yang tidak terlaksana dari kegiatan pembangunan Jalan Pinang Baririk itu.

"Sampai kini, pembangunan fisik di Nagari Taratak dinilai belum selesai dan, kami sudah melakukan langkah dan upaya tegura," ungkapnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Muhammad Haikal