Warga Bukittinggi Ini Dianiaya dan Dirampok Teman Sendiri

2 pelaku berhasil ditangkap di sebuah warung kopi di daerah Padang Pariaman pada Selasa sore.
2 pelaku berhasil ditangkap di sebuah warung kopi di daerah Padang Pariaman pada Selasa sore. (Istimewa)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF — Seorang warga Bukittinggi Heru Suhendra (28 tahun) dianiaya dan dirampok oleh 2 temannya sendiri dalam perjalanan menuju Solok. Bahkan ia ditinggal di pinggir jalan di kawasan Sumani, dekat Danau Singkarak, Kota Solok Sumatera Barat.

Informasi yang dihimpun KLIKPOSITIF dari Ibu Heru, Zulfia Yanti (57), korban berangkat bersama kedua orang temannya EP (34 tahun) dan AOP (25 tahun) pukul 22.00 WIB, Senin 30 Januari 2017 menggunakan mobil fortuner yang dipinjam.

baca juga: Polisi Tangkap Seorang Pemuda Diduga Pengedar Sabu di Pariaman

“Heru pamit mau ke Solok untuk bertemu Tantenya. Kedua orang itu ikut menemani, walau sudah ada gelagat mencurigakan, saya mengizinkan karena orang itu merupakan teman dekat Heru," ucap Zulfia, Selasa 31 Januari 2017 saat ditemui di Polres Bukittinggi .

Sekitar pukul 23.30 WIB, ia berfirasat aneh sehingga menelepon anaknya itu. Namun yang mengangkat telepon salah satu dari temannya. Ia mengatakan Heru sedang di toilet. Setelah mencoba menghubungi lagi, nomor Heru sudah tidak aktif. Sekitar pukul 00.30 WIB pada Selasa dinihari, ia mendapat kabar bahwa Heru sudah sampai di rumah tantenya dengan kondisi luka-luka
di bagian kepala. Lantas, Zulfia bersama Suaminya Nana Suhendra (58) bergegas ke Solok.

baca juga: Istri Tega Tikam Suami Sendiri setelah Lihat Foto Wanita di Ponsel, Eh Ternyata

“Dari pengakuan Heru, rupanya ia telah dirampok sahabat-sahabatnya sendiri. Kejadian ini dimulai sejak dari SPBU Baso, dari sana ia dirampok dan dipukul habis-habisan," sebutnya.

Heru mengatakan di dalam mobil itu ternyata tak hanya dua orang temannya saja. Ada dua orang lain yang tidak ia kenali. Setelah mengambil sejumlah uang dan tiga unit handphone, mereka meninggalkan Heru di dekat Danau Singkarak. Beruntung, saat itu melintas pengendara mobil yang kemudian mengantar Heru ke rumah tantenya di Tanah Garam, Solok.

baca juga: Ini Kronologis Kasus Perkosaan di Bukittinggi yang Melibatkan Pasutri, Versi Kuasa Hukum Korban

Setelah kejadian itu, pihak keluarga langsung melapor ke lepolisian setempat yang kemudian diarahkan untuk melanjutkan laporan ke Polres Bukittinggi karena kejadian awalnya di Baso, Agam. Polres Bukittinggi kemudian bekerjasama dengan Polresta Padang, Polres Padang Pariaman, Polsek Batang Anai untuk memburu pelaku.

“Kita kerahkan 4 mobil dengan kekuatan 20 personil mengingat dari pengakuan korban, ada yang bersenjata api," ucap Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Joko Hendro Lesmono saat dijumpai Selasa 31 Januari 2017.

baca juga: Pasutri di Bukittinggi Ditangkap dalam Kasus Perkosaan, Ini Peran Sang Istri

Akhirnya, setelah menghimpun informasi 2 pelaku berhasil ditangkap di sebuah warung kopi di daerah Padang Pariaman pada Selasa sore, sementara dua pelaku lainnya yang masih belum diketahui
identitasnya masih diburu pihak Kepolisian.

saat ditemui KLIKPOSITIF , korban mengaku banyak mendapat luka di sekujur tubuhnya terutama di bagian kepala.

[Hatta Rizal]

Penulis: Elvia Mawarni