Diberi Waktu 6 Bulan, KAN Cabut Surat Pengosongan Wali Nagari Tanjung Betung Pasaman

Surat KAN kepada Plt Wali Nagari Tanjung Betung
Surat KAN kepada Plt Wali Nagari Tanjung Betung (Ist)

PASAMAN , KLIKPOSITIF - Kepala Bagian Pemerintahan Nagari Setda Pasaman , Afnita  menyatakan, Ketua Kerapatan Adat Nagari ( KAN ) Tanjung Betung Kecamatan Rao tidak jadi mengosongkan kantor Wali nagari setempat, Minggu 17 September 2017. Sebab, telah didapat kesepakatan antara KAN bersama Pemerintah Kecamatan, dan Nagari.

" KAN Tanjung Bentung sepakat untuk mencabut suratnya kepada Plt Walinagari Tanjung Betung untuk mengosongkan kantor Walinagari yang merupakan milik KAN Tanjung Betung" ujar Afnita kepada KLIKPOSITIF .

baca juga: Atasi Persoalan Mendesak, Demokrat Dorong Sinergitas Pemkab Pasaman dengan RSUD

Menurut Afnita, hasil kesepakatan musyawarah kedua belah pihak yang difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Rao Selatan, telah disepakati bahwa KAN memberikan waktu kepada Pemerintah Nagari Tanjung Betung selama 6 bulan untuk menempati kantor tersebut.

Setelah jangka waktu enam bulan tersebut, KAN akan merapatkan kembali apakah Pemerintah Nagari Tanjung Betung diperbolehkan kembali atau tidak menempati kantor tersebut. Selain itu, kesepakatan juga bahwa Pemerintah Nagari diminta untuk memfasilitasi Pemilihan Bamus Nagari Tanjung Betung kembali.

baca juga: Dua Mentri Bakal Ikuti Penobatan Tuanku Bosa Talu XV

Berita sebelumnya, Kerapatan Adat Nagari ( KAN ) Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman meminta kepada Plt Walinagari agar mengosongkan kantor Walinagari Tanjung Betung mulai besok pagi, Minggu 17 September 2017.

Ketua KAN Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan, Syaiful Tarma Rajo Nan Bumi mengirimkan surat pemberitahuan kepada Plt Walinagari Tanjung Betung pada tanggal 13 September 2017, agar kantor Walinagari tersebut dikosongkan mulai besok pagi dengan alasan untuk kantor kepentingan adat kedepannya.

baca juga: Subuh-subuh, Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Pasaman

Dalam surat KAN Tanjung Betung itu, dituliskan juga alasan mereka untuk dikosongkan kantor tersebut, bahwa berdasarkan surat KAN Tanjung Betung kepada Bupati Pasaman tentang pembentukan Bamus periode 2016-2022 untuk ditinjau ulang dan diadakan pemilihan ulang.

Namun, menurutnya, surat permohonan mereka tidak pernah ditanggapi dan diproses hingga saat ini. Bahkan setelah selesai pula pemilihan Wali Nagari yang mereka anggap adalah ilegal. Sebab, panitia pemilihan Walinagari dibentuk oleh Bagus yang ilegal.

baca juga: Menteri KP Ingin Tingkatkan Budidaya Ikan Air Tawar di Pasaman

Makanya Kantor Kerapatan Adat Nagari Tanjung Betung yang dipakai selama ini oleh Pemerintahan Nagari Tanjung Betung untuk berkantor agar dikosongkan.

[Man St Pambangun]

Penulis: Khadijah