Banjir Rob Hantam Puluhan Rumah di Padang

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Banjir rob atau genangan air akibat pasang air laut merendam pemukiman warga yang berada dekat dengan bibir pantai, Selasa (7/6)

Pantauan KLIKPOSITIF , genangan akibat pasang air laut ini merendam rumah-rumah warga di kawasan Parupuk Tabing, Pasie Jambak, Ulakkarang, Air Tawar, dan Sungai Beremas Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

baca juga: Dilaporkan ke Bawaslu, Ini Kata Kasatpol PP Padang

Ketinggian air pun bervariasi. Salah seorang warga di kawasan Parupuk Tabing, Nita (35) mengatakan ketinggian air bisa mencapai 50 cm pada pukul 11.00 WIB siang. Namun kemudian mulai surut saat siang.

"Dari habis Sahur sampai sekitar pukul 11.00 WIB airnya makin lama makin tinggi. Tapi memasuki waktu Dzuhur sudah surut, begitu terus selama 2 hari ini," katanya pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Bawaslu Sumbar Akan Kaji Laporan Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN yang Libatkan Kasatpol PP Padang

Berbeda dengan kawasan Sungai Beremas Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Banjir Rob sudah merendam sekitar 20 rumah warga yang ada di kawasan itu selama 4 hari.

Ketinggian genangan air akibat pasang air laut itu bisa mencapai lutut orang dewasa, menurut warga, Jecki (29) ketinggian banjir semakin tinggi jika hujan deras melanda kawasan yang hanya berjarak kurang dari 10 meter dari bibir pantai itu.

baca juga: Diduga Langgar Netralitas ASN, Kasatpol PP Padang Dilaporkan ke Bawaslu

"Ketinggian air maksimal bisa selutut orang dewasa, paling minimal semata kaki. Kondisi seperti ini sudah biasa terjadi jika bulan-bulan menjelang puasa dan awal tahun," ungkap Jeck.

Terkait hal itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ketinggian gelombang laut pada bulan ini bisa mencapai 6 meter.

baca juga: Dilumpuhkan dengan Tembakan, Maling Kos-kosan di Padang Menyerah

"Hal ini disebabkan karena posisi bulan cukup dekat dengan bumi, bahkan diperkirakan maksimal ketinggian gelombang mencapai 6 meter pada bulan ini," jelasKasi Observasi dan Informasi BMKG BIM, Budi Samiadji.

(Ocky Anugerah Mahesa)

Penulis: Rezka Delpiera