Datang Berkunjung, Sembilan Jurnalis dari Oman Terpukau Budaya Sawahlunto

Jurnalis Oman terpukau dengan atraksi seni di Sawahlunto.
Jurnalis Oman terpukau dengan atraksi seni di Sawahlunto. (istimewa)

SAWAHLUNTO , KLIKPOSITIF -- Sebanyak 9 orang jurnalis asal Oman kunjungi Sawahlunto . Kedatangan jurnalis dari Oman tersebut difasilitasi oleh Association of Sales Travel Indonesia (ASATI) serta dukungan penuh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Oman.

Dalam menyambut rombongan jurnalis , Pemerintah Kota Sawahlunto menyuguhkan atraksi permainan tradisional randai dan lukah gilo. Bahkan sebagian dari jurnalis juga ikut ambil bagian memegang lukah gilo tersebut.

baca juga: Rumah Kayu Terbitkan Novel Berbahasa Minang 'Indak Talok Den Kanai Ati'

Pimpinan rombongan jurnalis Oman, Khalfan Said Soelaiman Alamri, mengakui dan memuji keelokan alam, keunikan budaya serta keramahan masyarakat Sawahlunto .

“Terimakasih banyak, kami sangat senang berada di kota ini. Alamnya indah sekali, penduduknya ramah-ramah, makanannya enak dan gurih di lidah. Luar biasa juga budaya yang ada di sini. Kami kagum. Ini tidak terlupakan, pengalaman berada di kota ini,” katanya Khalfan, yang diterjemahkan oleh guide ASATI, Nadirsyah, Sabtu kemarin.

baca juga: Sastrawan Ajib Rosidi Berpulang

Kesembilan jurnalis Oman tersebut yakni Khalfan Said, Asila Saif Salman, Haitham Jumaayil, Hanggoro Muktimir, Nabil Baqheri, Khalid Mahmood Muhamed Alsar, Mohammed Meir Tuwaib, Nasser Mohammed Hamed, dan Sulaiman Muhammed.

Walikota Sawahlunto , Deri Asta mengatakan, kunjungan tamu-tamu Oman tersebut pertama kali ke Sawahlunto dan berharap ini bukan yang terakhir. “Kami sangat mengharapkan, bapak-ibu dari Oman ini tidak hanya sekali ini saja datang ke kota kami," katanya.

baca juga: Bron Captering Pintjoeran Gadang, Jejak Belanda di Kota Solok

Deri Asta menambahkan, agar para tamu tersebut dapat menceritakan tentang keindahan Sawahlunto kepada teman dan keluarganya di Oman nanti.

Kepada KBRI dan ASATI, Deri Asta juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih sebesar-besarnya atas kepercayaannya memilih Sawahlunto sebagai salah satu objek kunjungan para tamu yang mereka akomodir.

baca juga: 70 Tahun Bergelut dengan Benang dan Jarum, Musniar "Pewaris Sulam Tertua" di Naras: Menyulam Menggurui Jiwa

“Terimasih ASATI dan KBRI. Ke depan mari kita jalin terus, kita tingkatkan kerja sama ini. Kami sangat membutuhkan peran ASATI dan KBRI dalam menjual wisata Sawahlunto ke level mancangera. Kiranya bapak-ibu senang hati dapat terus membantu kami,” pungkas Deri Asta.

[Muhammad Haikal]

Penulis: Agusmanto