Penyidik Polda Sumbar Geledah Kantor Notaris, Ini Kata Pengurus INI

Suasana saat penggeledahan kantor sekaligus rumah Notaris Elfita Achtar di Jalan Kesehatan kawasan Bukit Apit Kota Bukittinggi sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (04/04/2016)
Suasana saat penggeledahan kantor sekaligus rumah Notaris Elfita Achtar di Jalan Kesehatan kawasan Bukit Apit Kota Bukittinggi sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (04/04/2016) (Jerry)

KLIK POSITIF - Ketua Bidang Humas Ikatan Notaris Indonesia (INI), Firdhonal menilai, penggeledahan Kantor Notaris Elfita Achtar di Jalan Kesehatan kawasan Bukit Apit Kota Bukittinggi pada Senin 4 April 2016 sore tadi yang dilakukan penyidik Polda Sumbar, merupakan preseden buruk bagi profesi notaris.

“Kami tidak menerima hal demikian. Penyidik kepolisian harus objektif dan memahami dulu profesi notaris, karena notaris adalah pejabat umum pembuat akta otentik,” kata Firdhonal saat ditemui di lokasi penggeledahan tersebut.

baca juga: Gelar Grand Launching, Santika Hotel Bukittinggi Beberkan Berbagai Keunggulan yang Dimilikinya

Menurutnya, pada saat pengikatan jual beli dilakukan antara penjual dan pembeli, sertifikat dipegang dan dititipkan di kantor notaris. Jika terjadi perselisihan, menurutnya harus dilakukan pembuatan akta perdamaian, sehingga memiliki kepastian hukum di pengadilan.

“Pembeli sepakat nilainya berapa, penjual sepakat nilainya berapa, kok muncul nilai pidanannya. Notaris dituduh melakukan penggelepan, itu tidak benar. Apanya yang digelapkan. Dalam jual beli ini, pembeli telah menyerahkan Rp10 miliar, katanya tidak sah dan notaris dilaporkan, apanya yang digelapkan. Kantornya jelas, orangnya jelas,” kata Firdhonal.

baca juga: Pemerintah Kota Bukittinggi Masih Izinkan Warga Gelar Resepsi Pernikahan

Penulis: Iwan R