Cari Peluang Ekspor, Pemprov akan Melawat ke Roma

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat (Sumbar), Candra
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat (Sumbar), Candra (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Rombongan Pemprov Sumbar yang dikomandoi Gubernur Sumbar kembali melakukan perjalanan luar negeri ke Roma (Italia) pada 17 Oktober hingga empat hari kedepan sejak tanggal itu (23 Oktober kembali ke Indonesia).

Berbagai kegiatan akan dilangsungkan di kota kelahiran pesepakbola Fransisco Totti tersebut. Beberapa diantaranya yakni, menjadi pembicara dalam seminar di Universitas Tuscia Roma, pertemuan bisnis dengan pengusaha disana, pergelaran kesenian, hingga mencapai peluang investasi pada sektor peternakan dan pertanian.

baca juga: Video Tanam Mangrove Serentak di Sumbar Ditontonkan ke Presiden Jokowi

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat (Sumbar), Candra menyampaikan, perjalanan ke Roma dalam rangka pengembangan sektor pertanian Sumbar serta mencari peluang produk pertanian.

Rombongan dari Sumbar akan membawa beberapa sampel hasil pertanian yang berpotensi dilirik investor seperti kakao, kopi, gambir, minyak nilam dan minyak sirih. "Target kami khusus dari Dinas Pertanian, promosi produk sekaligus mencari pembeli serta peluang mencari pengembangan produk dari Italia makanya Litbang juga ikut," katanya, Minggu malam.

baca juga: Kasus Meningkat, Wagub: Keluar Masuk Sumbar Harus Kantongi Surat Aman COVID-19

Dijelaskan Candra, Italia merupakan salah satu negara yang berpeluang membeli kakao dan gambir dari Sumbar. Sembari mempromosikan produk, pihaknya mengaku siap menyesuaikan produk sesuai keinginan pengusaha Italia. Dilanjutkannya, saat ini baru pabrik-pabrik kecil pengolahan kakao yang menyebar di Sumbar.

Produksi pun masih dalam jumlah yang sangat kecil dan terbatas. "Ini nanti yang akan kita bicarakan, jika mereka tertarik sambil jalan kita sesuaikan termasuk sentral produksi sehingga mencukupi untuk kebutuhan mereka," jelas Candra.

baca juga: Tempat Kerja Jadi Klaster Baru di Sumbar, Gubernur: ASN dari Luar Daerah Wajib Swab

Diterangkannya, dalam satu tahun produksi kakao Sumbar mencapai 83 ribu ton dengan luar perkebunan 157 ribu hektar. Beberapa daerah penghasil kakao yakni Pasaman, Pasaman Barat, tanah datar, Agam, Padang Pariaman dan Limapuluh Kota.

"Persoalannya produk olahan masih sangat terbatas seperti pabrik di Limapuluh Kota hanya mampu menghasilkan 10 ribu ton pertahun. Untuk memenuhi pasar daerah saja tidak cukup. Kemudian mereka juga tidak memenuhi standar ekspor ," ujarnya.

baca juga: BPS: Terjadi Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar pada Masa Kepemimpinan IP-NA

Untuk itu, Ia berharap dengan perjalanan ke Italia bisa membuka peluang baru pada sektor pertanian di Sumbar. Sehingga produksi pertanian Sumbar bisa menembus pasar luar negeri . "Kemarin manggis kita sudah ekspor , mudah-mudahan mengikut produk lain," tukasnya.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto