Korban Gempa Donggala: Hidup Harus Tetap Berlanjut

Foto bersama korban gempa Donggala
Foto bersama korban gempa Donggala (KLIKPOSITIF)

PALU, KLIKPOSITIF - Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menyerahkan bantuan logistik dan sunat massal untuk korban terdampak gempa dan Tsunami di daerah Donggala. Kegiatan kali ini dilakukan di daerah Singgarongga, Kelurahan Alindau, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Muhammad Zulkafar Sidiq selaku Komandan Posko Wilayah Sindue Tobata mengatakan bantuan logistik yang disalurkan ke daerah ini merupakan bantuan untuk kali ketiganya bagi daerah ini. Bantuan logistik yang disalurkan berupa beras, mie instan, perlengkapan bayi, perlengkapan sehari-hari dan pakaian layak pakai.

baca juga: ACT Bukittinggi Lepas Kapal Kemanusiaan Menuju Mamuju

Lokasi yang cukup jauh dari pusat kota, membuat warga kesulitan untuk menjemput langsung bantuan ke posko. "Mereka harus berjalan kurang lebih 5 km ke posko untuk mengambil bantuan. Setelah melihat kondisi seperti ini, maka kita langsung mendistribusikan bantuan ke daerah ini," jelasnya.

Koordinator Lapangan Tim Aksi Distribusi ACT Misnu mengatakan ada tiga titik yang menjadi fokus tim dalam menyalurkan bantuan, yakni Sindosa, Kaliburukata dan Singarangga. Dalam penyaluran bantuan ke kawasan ini, timnya mengaku kesulitan dalam melakukan kegiatan penyaluran bantuan.

baca juga: ACT Sumbar Siapkan Kapal Untuk Angkut Bantuan Bencana Sulbar

"Hal ini karena kondisi dan akses jalan untuk mencapai kawasan ini kurang baik. Akses jalan ke daerah ini harus melewati sungai dan kawasan perkebunan coklat warga. Akses jalan yang ada di daerah ini juga satu-satunya yang bisa dilalui karena daerah ini berada di kawasan kaki bukit Kecamatan Sindue Tobata," katanya.

Sebelumnya, pihaknya hanya mendistribusikan bantuan di dua kecamatan di enam desa sehingga membuat timnya kewalahan dalam mendistribusikan bantuan. "Setelah ada lagi satu posko baru yang sudah jalan seminggu ini, penyaluran bantuan pun bisa lebih baik," tuturnya.

baca juga: Melalui Pasarsedekah.com, ACT Berupaya Bangkitkan Gairah Ekonomi Umat dengan Pasar Digital Syariah

Dalam penyaluran bantuan logistik ini, tim ACT juga melakukan sunat masal untuk anak-anak yang ada di daerah ini. Daerah Singgarongga merupakan salah satu daerah pedalaman yang ada di Kabupaten Donggala. Jumlah penduduk yang ada di daerah ini sebanyak 36 KK dengan mata pencarian utama masyarakat berkebun kopi dan kopra. Rumah penduduk yang ada didaerah ini yakni rumah panggung dan rumah semi permanen.

Salah seorang warga, Nita (42) mengatakan hingga saat ini ia dan seluruh keluarga masih tinggal di tenda yang didirikan di belakang rumahnya karena dinding rumahnya hancur karena gempa. "Saya dan anak-anak belum berani untuk tinggal di rumah karena kondisi rumah kami juga mengalami keretakan parah. Jadi untuk sementara hingga saat ini, saya hanya berani tinggal di tenda," jelasnya sambil menunjukkan kondisi rumahnya saat ini.

baca juga: Miliki Kepedulian yang Tinggi, Kota Padang Dinobatkan ACT Sebagai Kota Dermawan

"Saat ini yang bisa dilakukan adalah tetap bertahan hidup dengan memulai kembali beraktivitas seperti biasa. Mulai kembali membangun kehidupan di tengah bencana. Kami tetap melakukan penjemuran coklat dan kopra. Memulai kembali ke kebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Dikatakan Nita, hingga saat ini (sebulan lebih pascagempa), belum ada bantuan yang datang ke daerahnya selain dari relawan ACT. "Ini kali ketiganya bantuan dari ACT. Pertama, beberapa hari setelah gempa terjadi, dimana kami langsung yang menjemput ke rumah kepala desa. Kemudian untuk kali kedua dan ketiga, tim ACT langsung yang mendistribusikan bantuan kesini dengan titik kumpul di sekolah PAUD yang ada disini," jelasnya.

Ia menuturkan bantuan yang didapat dari relawan sangat membantu ia dan keluarga. Hal ini karena ia masih belum bisa menjual coklat dan kopranya ke pasaran karena harga yang belum stabil. "Saya masih belum menjual hasil berkebun ke pasaran karena harga yang masih belum stabil sehingga kami tidak cukup uang dalam memenuhi kebutuhan," jelasnya.

"Sehingga dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anak-anak juga senang mendapat pakaian baru," jelas ibu tiga anak ini.

Ia berharap semoga ekonomi daerahnya kembali pulih sehingga ia dan keluarga tetap bisa bekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari lagi dengan baik. "Hidup harus tetap berlanjut. Dan sabar adalah kuncinya saat ini," katanya.

Penulis: Fitria Marlina