7 Bulan Lagi Danau Singkarak Bersih dari Bagan

Danau Singkarak
Danau Singkarak (Klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri mengatakan, penyelamatan Ikan Bilih Danau Singkarak terus dilakukan. Pada 12, 13, 14 November kemarin tim telah melakukan penertiban terhadap bagan di sekitar danau oleh Satpol PP Provinsi.

Namun, setelah dilakukan razia ada sebagian dari pemilik bagan menemui DPRD Sumbar untuk meminta kelonggaran. Akhirnya sesuai kesepakatan pemilik bagan diberikan waktu hingga 7 hari kedepan dengan catatan mereka harus memperbesar mata jaring dalam melakukan penangkapan.

baca juga: 1000-an Induk Ikan Bilih Danau Singkarak Diintroduksi di Kolam Pemijahan Semen Padang

"Berarti sampai Juni tahun depan, setelah itu tidak ada lagi bagan di Danau Singkarak . Mereka harus mencari usaha baru menjelang itu," ungkap Yosmeri saat dihubungi KLIKPOSITIF , Rabu, 21 November 2018.

DKP Provinsi mengaku akan memantau komitmen dari pemilik bagan untuk memperbesar mata jaring hingga bagan tak ada lagi di Danau Singkarak . Sembari pemilik bagan berkonversi kepada usah lain, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar terus melakukan upaya pengembangan bilih dengan budidaya bibit.

baca juga: Semen Padang Bangun "Replika" Danau Singkarak di Taman Kehati untuk Lestarikan Ikan Bilih

"Agar bilih tetap terjaga kami berikan berupa bantuan berupa alat tangkap, mesin, jaringan kepada nelayan sekitar. Kedepan kita juga berencana memberikan bibit bilih sehingga ikan endemik itu bisa berkembang dan makin banyak," ujarnya.

Dijelaskannya, ada sekitar 500 bagan di Danau Singkarak dengan 200 pemilik. Selainnya bagan juga ada nelayan tradisional yang menggantungkan hidup dari Danau Singkarak .

baca juga: Semen Padang Patenkan Tiga Inovasi, Salah Satunya Pemijahan dan Pembiakan Ikan Bilih

Sementara Kadis Pol PP Damkar Sumbar, Zul Aliman, menyebutkan dalam razia yang dilakukan, pihaknya mengamankan 5 bagan yang beroperasi ditengah danau, 3 Unit di daerah Saniangbaka, 2 unit di Malelo. Selebihnya bagan sudah menepi.

Senada dengan Yosmeri, Zul Aliman juga menyampaikan adanya sekolah masyarakat yang menyampaikan aspirasi ke DPRD Sumbar untuk memberikan tenggang waktu. Namun Zul keberatan dengan lamanya waktu yang diberikan.

baca juga: Gubernur Sumbar: Danau Maninjau Prioritas Pemerintah Pusat

"Saya agak kurang setuju, 7 bulan terlalu lama dan bisa habis bilih disana, 3 bulan cukup kalau kita serius ingin menyelamatkan bilih Singkarak," katanya saat dihubungi terpisah.

(Joni Abdul Kasir)

Penulis: Rezka Delpiera