Kepala Arsip Nasional Sebut Pengelolaan Arsip Daerah di Sumbar Buruk

Naskah Asli Tuanku Iman Bonjol Dipajang saat Rakor Arsip Nasional di Padang
Naskah Asli Tuanku Iman Bonjol Dipajang saat Rakor Arsip Nasional di Padang (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pengelolaan arsip daerah (kabupaten dan kota) di Sumatera Barat ( Sumbar ) dinilai masih banyak yang buruk. Hasil monitoring Arsip Nasional Republik Indonesia ( ANRI ) terhadap pengelolaan arsip dari tadi 2017 hingga 2018, hanya sedikit yang melakukan pengelolaan terhadap arsip .

Data ANRI dari nilai monitoring tindak lanjut hasil pengawasan terhadap lembaga kearsipan kabupaten dan kota di Sumbar hanya 2 daerah yang dapat kategori cukup, yakni Kabupaten Sijunjung dan Kota Payakumbuh. Kemudian 5 daerah kategori kurang (Kota Padang, Bukittinggi, Solok, Padangpanjang dan Kabupaten Dharmasraya).

baca juga: Dapat Nomor Urut 3, Desra : Kami Maju Untuk Menang

Sementara yang masih miris 12 daerah masih kategori buruk (Kabupaten Solok, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Agam, Padangpariaman, Tanah Datar, Solok Selatan, Pasaman, Limapuluh Kota, Sawahlunto, Mentawai, Kota Pariaman (paling rendah).

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia ( ANRI ), Mustari Irawan mengungkapkan, tidak banyak terjadi perbaikan pengelolaan dalam rentang satu tahun sehingga tidak terjadi juga kenaikan signifikan dari poin penilaian.

baca juga: Sampel Banyak Menumpuk, Hasil Swab Pasien di Agam Lama Menunggu

"Hanya pengelolaan arsip Sumbar yang kategori "Baik", sementara kabupaten dan kota masih banyak yang buruk," ujarnya saat pembukaan rapat koordinasi pengawasan kearsipan di Padang, Rabu, 27 Februari 2019.

Dijelaskannya pengawasan kearsipan sangat penting untuk mengetahiu sejauh mana perkembangan kualitas penyelengaraan kearsipan dimasing-masing institusi termasuk pemerintah daerah.

baca juga: Soal Nomor Urut Pilkada Bukittinggi, Ini Cocoklogi Versi Para Pasangan Calon

"Untuk itu kami terus berkomitmen sebagai lembaga pembina kearsipan nasional untuk senantiasa memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan kearsipan," pungkasnya.

Sementara Gubernur Sumatra Barat ( Sumbar ) Irwan Prayitno menyebutkan, bahwa arsip merupakan hal terpenting dalam suatu institusi, terutama bagi pemerintahan. Sebab, arsip yang terkumpul tersebut dapat menjadi rujukan dalam memecahkan suatu permasalahan.

baca juga: Salahi Aturan, Arak-arakan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya Panji-Yosrizal Dibubarkan

"Maka untuk itu arsip ini mesti ditata dengan baik. Apalagi, dilingkungan pemerintah yang notabene penghasil arsip terbesar karena berfungsi sebagai penyelenggara pemerintahan," ujarnya.

Disebutkannya, arsip itu tercipta karena berjalannya tugas pokok dan fungsi sebuah institusi. Karena, sebuah institusi yang menjalankan tugas pokok dan fungsi dengan benar pasti akan menghasilkan arsip .

"Jadi setiap institusi pasti ada pengelolaan arsipnya. Jika tidak ada arsipnya maka dapat dikatakan institusi itu tidak menjalankan pokok dan fungsinya dengan baik. Karena, arsip merupakan bukti terselenggaranya sebuah kegiatan," katanya.

Lebih lanjut kata Irwan, arsip ini mengandung banyak informasi yang dapat dijadikan sumber dalam menggali persoalan yang terjadi ditengah masyarakat. Maka, tata arsip dengan baik jangan malah dimasukan kedalam gudang dan membiarkannya berdebu.

"Untuk itu rawatlah arsip dengan pengelolaan serta penataan yang terbaik. Sebab, arsip menyimpan semua informasi yang dibutuhkan," tukas Gubernur.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Iwan R