Banyak Sekolah di Indonesia yang Bekerjasama dengan Australia

Vicki Richardson (tengah), Gusrizal (kiri) dan Nurhayati (kanan)
Vicki Richardson (tengah), Gusrizal (kiri) dan Nurhayati (kanan) (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF  -- Pengajar Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia asal Australia Barat, Vicki Richardson menyebut, hubungan baik antara pemerintah Indonesia dan Australia membuat banyak sekolah antar kedua negara ini melakukan kerjasama.

"Ada sebanyak 150 sekolah di Indonesia dan 150 sekolah Australia yang telah melakukan kerjasama pendidikan dan mereka melakukan pertukaran pelajar," ujar Vicki Richardson saat bertandang ke STIKes Fort de Kock Bukittinggi , Senin 18 Maret 2019.

baca juga: Bertambah Lagi, Total Kasus COVID-19 di Agam Menjadi 39

Ia menjelaskan, pelajaran Bahasa Indonesia merupakan pelajaran wajib di Australia yang dimulai dari tingkat TK. Kerjasama dua negara ini menurut Vicki juga membuka peluang bagi calon tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di Australia.

"Perawat lansia (lanjut usia) sangat banyak dibutuhkan di Australia dan ini menjadi salah satu peluang bagi warga Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri," lanjut Vicki.

baca juga: Soal Pilkada Bukittinggi-Agam, Dandim Sebut TNI Tetap Netral

Sementara itu, penggagas kerjasama pendidikan Australia- Bukittinggi , Gusrizal, juga menyebut peluang warga Indonesia untuk bekerja di luar negeri, terutama di Australia, sangat tinggi.

"Pemerintah telah memberi kesempatan kepada warga Indonesia yang berumur maksimal 35 tahun, untuk bekerja di Australia. Selain bidang kesehatan, juga terbuka pelaung di bidang agriculture (perkebunan)," ujar Gusrizal.

baca juga: Update COVID-19 di Bukittinggi, 811 Sampel Negatif

Gusrizal mengingatkan kepada calon tenaga kerja Indonesia, untuk menguasai Bahasa Inggris jika ingin bekerja di luar negeri.

"Australia jaraknya sangat dekat dengan Indonesia dan hubungan Australia dengan Indonesia sangat erat sekali. Bagi mahasiswa dan alumni punya banyak kesempatan untuk bekerja di Australia, namun satu hal yang harus diperhatikan, penguasaan Bahasa Inggris harus diperkuat," jelas Gusrizal.

baca juga: Ber KTP Bengkulu, Satu Keluarga Dinyatakan Positif COVID-19 dan Dirawat di RSAM Bukittinggi

Sementara itu, Ketua STIKes Fort de Kock Bukittinggi , Nurhayati, menyebut kedatangan tamu istimewa dari Australia ini diharapkan bisa memotivasi para mahasiswa untuk bekerja di luar negeri nantinya, terutama di Australia.

“Mendatangkan tamu dari  luar negeri merupakan salah satu upaya kampus untuk mempersiapkan lulusan agar bisa berkompetisi di luar negeri. Kami berharap mahasiswa tergerak hatinya untuk mau bekerja di luar negeri, tidak hanya memikirkan bekerja di kampung atau daerah yang dekat tempat tinggalnya,” harap Nurhayati. (*)

Penulis: Iwan R