Maysaa Ouza, Wanita Berhijab Pertama di Militer AS

Maysaa Ouza
Maysaa Ouza (Instagram @ maysaa.ouza)

KLIKPOSITIF -- Sepertinya menjadi hal tidak mungkin mempunyai karir militer  sebagai wanita berhijab di Amerika Serikat . Namun, Maysaa Ouza bisa mematahkan segalanya. Wanita hebat ini berhasil menjadi anggota militer AS berhijab pertama.

Dilansir dari sebuah video yang diunggah di YouTube dengan nama akun NBC Left Field dan diberi judul 'Wearing Hijab in the Military' menceritakan kurang lebih perjalanan Maysaa Ouza menjadi seorang militer berhijab.

baca juga: Korban Jiwa Akibat Pandemi Corona di AS Lebih dari 100 Ribu Jiwa

Ia adalah wanita berdarah Lebanon yang tinggal di Amerika dan sudah memiliki ketertarikan yang besar pada dunia militer sejak duduk di bangku sekolah.

Meski saat itu kecil kemungkinan seorang muslim yang berhijab menjadi seorang anggota militer di negeri Paman Sam, Maysaa Ouza tetap fokus berusaha.

baca juga: Donald Trump Larang Pelancong Brasil Masuk AS

Setelah lulus dari sekolah hukum, ia mencoba melamar pekerjaan di Air Force Judge Advocate Corps. Ternyata proses rekruitmen di tempat tersebut sangat sulit, tapi ia berhasil diterima di sana.

Ketika proses pendatanganan kontrak, pihak JAG menyebut bahwa ia bisa melakukan permintaan khusus perihal keagamaan setelah proses training selesai. Namun, akomodasi yang berhubungan dengan keagamaan tidak dijamin oleh pihak JAG.

baca juga: Terkait COVID-19, Ini yang Dibahas Jokowi dan Donald Trump

''Ketika aku menjalani training, aku menjadi satu-satunya muslim di sana. Banyak teman yang menanyakan apa itu hijab , apakah aku mandi memakai hijab , apakah aku melakukan seks dengan hijab ,'' cerita Maysaa Ouza.

Menjadi anggota militer AS berhijab, tentu nama Maysaa Ouza menjadi viral. Sayangnya, banyak komentar buruk yang ditujukan kepada dirinya.

baca juga: NBA Musim Ini Terancam Dihentikan Akibat Pandemi Corona

Banyak orang yang mengatakan jika Maysaa Ouza tidak pantas berada di militer AS. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menyebut dirinya teroris yang mencoba memasuki militer AS.

Komentar-komentar buruk itu tentu sempat membuat dirinya menjadi sangat terpukul. Namun, banyak juga yang memberikan komentar positif untuk mendukung dirinya.

Hal itu yang terus membuat dirinya semangat untuk tetap berkarir di dunia militer , walaupun pemerintahan Donal Trump saat ini sangat dikenal sebagai anti-Islam.

Selama ini keluarga Maysaa Ouza juga mendukung apa yang ia lakukan selama itu baik untuknya. Sang ibu pun memberikan nasihat untuk terus memperjuangkan hidup yang ia inginkan dan selalu berbuat baik.

''Islam dan Air Force memiliki lebih banyak kesamaan dari yang orang-orang pikir. Disiplin, modesty, keadilan, keberanian. Jadi baik hijab dan seragam Air Force juga mempresentasikan hal yang sama,'' tutup Maysaa Ouza.

Sumber: dewiku.com

Penulis: Rezka Delpiera