BNPB Sebut Kondisi Sulteng Kondusif Usai Diguncang Gempa 6,8 SR

Warga Kota Luwuk, Ibu Kota Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dilaporkan panik dan berlarian mencari tempat yang tinggi, setelah gempa bumi 6,9 SR mengguncang wilayah Banggai dan Banggai Kepulauan, Jumat malam pukul 19.40 WITA.
Warga Kota Luwuk, Ibu Kota Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dilaporkan panik dan berlarian mencari tempat yang tinggi, setelah gempa bumi 6,9 SR mengguncang wilayah Banggai dan Banggai Kepulauan, Jumat malam pukul 19.40 WITA. (suara)

KLIKPOSITIF - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, keadaan masyarakat di sejumlah wilayah sudah kondusif pascagempa 6,8 SR yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Jumat (12/4) malam.

"Masyarakat yang mengungsi sebagian sudah pulang ke rumahnya. Pengungsian sempat teridentifikasi di Kabupaten Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah hingga Jumat malam," kata Sutopo melalui pesan tertulisnya, Sabtu, 13 April 2019.

baca juga: Gempa Susulan di Malang Pagi Ini, Begini Penjelasan BMKG

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Banggai melaporkan pada Sabtu pukul 06.00 WIB terdapat 1.300 kepala keluarga yang mengungsi di empat titik telah kembali ke rumah mereka masing-masing.

Empat lokasi yang sempat menjadi tempat pengungsian di Kabupaten Kepulauan Bangga, yaitu halaman kantor bupati, Masjid An-Nur kompleks perkantoran, gedung DPRD dan kantor Polres Banggai Kepulauan.

baca juga: Akibat Gempa di Malang Ratusan Rumah Rusak

"Pengungsi kembali ke rumah mereka secara mandiri dan sebagian diantar oleh BPBD," ujar Sutopo seperti dilansir Antara.

Di Kota Palu, Kabupaten Luwu, dan Kabupaten Banggai; keadaan masyarakat juga sudah kondusif. Hanya ada beberapa warga Kabupaten Banggai dan Kabupaten Kepulauan Banggai yang masih berada di pegunungan karena masih merasa takut.

baca juga: Gempa 5,8 SR, Warga di RSUP M Djamil Berhamburan

Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah menghentikan peringatan dini tsunami sejak Jumat malam, sebagian warga tidak seketika mau kembali ke rumahnya. Mereka tetap memilih mengungsi di bukit-bukit atau daerah yang lebih tinggi.

"Arti dari pengakhiran peringatan dini tsunami adalah pemerintah daerah dapat mengarahkan warganya kembali ke rumahnya masing-masing. Kondisi sudah aman dari tsunami," jelas Sutopo.

baca juga: Gempa Berkekuatan 5.0 SR Guncang Kepulauan Mentawai Sumbar

Namun, Sutopo mengatakan tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk kembali ke rumahnya karena jeda waktu antara peringatan dini tsunami dan evakuasi dengan pengakhirannya relatif singkat.

Sebelumnya, terjadi gempa 6,9 Skala Richter pada Jumat pukul 18.40 WIB di 85 kilometer Barat Daya Kepulauan Banggai, 113 kilometer Barat Daya Banggai, dan 113 Timur Laut Morowali. Pusat gempa berada pada koordinat 1,90 Lintang Selatan dan 122,54 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer.

Penulis: Fitria Marlina