Pemerintah Sediakan 47 Miliar Perbaiki Akses Menuju Desa Terindah di Dunia

Desa terindah di dunia
Desa terindah di dunia (Istimewa )

TANAH DATAR, KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus melakukan pengembang obek pariwisata, terutama pengembangan desa terindah di dunia yang terletak di Nagari Pariangan .

Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) Tanah Datar Efrison mengatakan, untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung, pihaknya akan membenahi sarana dan prasarana di Pariangan .

baca juga: DPRD Tanah Datar Setujui Perda LKPj APBD 2019, Ini Catatan Strategis Dewan Atas LHP BPK RI

Disampaikannya, saat ini jalan masih sempit, rencana akan dibangun rest area, lokasi parkir dan pelebaran jalan.

"Jalan masih sempit, sehingga wisatawan susah untuk masuk ke desa terindah di dunia ini. Untuk itu akan perlebar jalan dan bangun rest area serta lokasi parkir," ujarnya kepada KLIKPOSITIF , Rabu, 19 Juni 2019.

baca juga: Pemkab Tanah Datar Raih WTP 9 Kali, Delapan Tahun Berturut-Turut, Ini Upaya yang Dilakukan

Dilanjutkannya, rest area dan tempat parkir akan dibangun di bawah sebelum gerbang masuk. Itu artinya kendaraan tidak diperkenankan masuk, sementara untuk masuk akan disediakan mobil khusus untuk sampai ke desa terindah di dunia.

Saat ini, jelasnya, pembangunan belum bisa berjalan karena terkendala pembebasan lahan. Padahal dana sudah ada sejak tahun lalu.

baca juga: Empat Tahun Duet Irdinansyah - Zuldafri, Mampu Wujudkan Tanah Datar Maju, Sejahtera dan Berbudaya

"Waktu Presiden Jokowi kesini tahun 2018, beliau akan bantu pengembangan desa terindah di dunia ini. Bantuan bersumber dari Kementerian PUPR untuk pelebaran jalan, rest area dan lokasi parkir. Namun belum bisa digunakan karena lahan belum clear," terangnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau masyarakat untuk bisa membantu percepatan pembebasan lahan agar pembangunan bisa segera dilaksanakan.

baca juga: Musrenbang Nagari, Pemnag Pariangan Fokus Bangun Sektor Pertanian dan Pariwisata

"Dana sudah tersedia sekitar Rp 47 miliar di Kementerian PUPR, maka kami terus melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk persetujuan pembebasan lahan," ujarnya.

Efrison mengatakan, jika pembangunan terlaksana manfaat pariwisata akan dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Sebab orang berkunjung akan menginap, belanja dan makan minum tentu di tempat masyarakat sekitar.

"Ini untuk perekonomian masyarakat, mereka yang akan merasakan langsung dampak dari pariwisata. Nanti, orang tidak hanya ke Istana Basa Pagaruyuang tapi juga singgah di desa terindah di dunia," tukasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir