DKP Sumbar Berhasil Tetaskan Bibit Bilih Singkarak

Danau Singkarak
Danau Singkarak (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar Yosmeri mengatakan, populasi ikan asli Danau Singkarak kini mulai berkurang. Untuk itu pihaknya terus berupaya agar populasi ikan Bilih bertahan ditengah kelangkaan.

Kabar baik, lanjut Yosmeri, pihaknya sudah berhasil menetaskan benih Bilih yang kini sedang proses membesarkan di tempat budidaya pembenihan (hatchery) Singkarak. Namun Yosmeri tidak menjelaskan betapa jumlah Bilih yang berhasil ditetaskan.

baca juga: Semen Padang Patenkan Tiga Inovasi, Salah Satunya Pemijahan dan Pembiakan Ikan Bilih

"Setelah agak besar nantinya kita bisa menyebarkan bilih lebih banyak lagi guna mengantisipasi kepunahan ikan Bilih yang mulai langka," ujarnya, Minggu, 23 Juni 2019.

Disampaikannya, UPTD KKP Sumbar sudah bisa melakukan penebaran ikan bilih dengan dilakukan uji coba sebanyak dua kali.

baca juga: Gubernur Sumbar: Danau Maninjau Prioritas Pemerintah Pusat

Menurutnya, penyelamatan populasi ikan asli danau Singkarak perlu segera dilakukan agar tidak bernasib seperti danau Toba yang tidak memiliki ikan endemik lagi.

Selain budidaya, juga akan dilaksanakan razia bagan yang menjadi penyebab kepunahan Bilih. Razia akan melibatkan Pemprov Sumbar, Pemda Solok, Tanah Datar, Polsek, Danramil, Camat, Walinagari yang ada disekitar danau.

baca juga: Pelestarian Ikan Bilih di Taman Kehati Semen Padang Sukses, Pertumbuhannya Capai Ukuran Maksimal

"Razia ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumbar nomor 81 tahun 2017 tentang penggunaan alat dan bahan penangkapan ikan di perariran Danau Singkarak ," tegasnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, mengatakan saat ini tata ruang danau Singkarak sedang sedang dibahas. Jika telah siap makan jelas pola pengembangan danau kedepan.

baca juga: KLHK: Ekosistem Bilih Terancam, Danau Singkarak Masuk Prioritas Nasional

"Nanti jelas dalam tata ruang mana yang untuk pariwisata dan mana yang boleh dimanfaatkan nelayan setempat untuk melaut," ujarnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir