Dedikasi P3JH : Sehari Berjalan 15 Kilometer

(Kemenag)

KLIKPOSITIF -- Waktu hampir menunjukkan tengah hari, jelang waktu salat Jumat di Masjid Nabawi, duduk seorang petugas Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) di pos sektor khusus yang terletak di pintu 21 Masjid Nabawi.

Herlambang Antonian, begitu nama yang tertera di seragam yang dikenakannya. Sepintas lelah terlihat mendominasi raut wajahnya.

baca juga: Ini Daftar 50 Negara Kasus Infeksi Tertinggi Corona, Indonesia Posisi 26

“Baru habis antar jemaah tadi,” ujar Herlambang kepada saya sambil meneguk sebotol air mineral yang mulai terasa hangat karena cuaca di sekitar Masjid yang mencapai 43°C.

Ia mengisahkan, jemaah terpisah rombongan sering terjadi di sekitar Masjid Nabawi, Madinah. Berbagai cara antisipasi dan penanganan sudah dilakukan oleh PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji ), salah satunya adalah dengan membentuk divisi pertolongan pertama pada jemaah (P3JH).

baca juga: Kemenag Susun Perpres Pendanaan Pesantren

Herlambang adalah salah satu petugas yang tergabung di dalamnya.

"Sebenarnya banyak tugasnya. Namanya juga Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji atau P3JH. Kita tolong, baik itu medis atau nonmedis," ujarnya.

baca juga: Viral, Wanita Mengaku Yahudi Lempar dan Ancam Robek Al Quran

Untuk pertolongan non medis, biasanya dia mengantar jemaah yang terpisah dari rombongannya di Masjid Nabawi. Dalam sehari, selama dia bertugas selama 8 jam, dia mengaku bisa mengantar orang sebanyak 20 jamaah.

"Itu saya pribadi yang anter. Belum teman-teman yang lain. Kalau dihitung-hitung, totalnya mencapai 50 hingga 100 orang," jelas dia.

baca juga: Khawatir Lockdown Gelombang Kedua, Harga Minyak Dunia Melemah

Bahkan, dia menghitung, rata-rata dalam sehari dia berjalan kaki sejauh 15 kilometer untuk mengantar jamaah.

"Paling jauh itu saya pernah sampai 19 km. Itu saya hitung pakai handphone, mas," kata dia.

"Saya ikhlas, mas. Saya ikhlas agar jemaah bisa menjadi haji mabrur," kata dia.

Dia menjelaskan, ada sebuah kejadian yang membuatnya terharu hingga dirinya menangis. Herlambang bercerita, ada seorang bapak terpisah dari rombongannya dari selepas Subuh di Masjid Nabawi hingga pukul 10.00 waktu setempat.

Si bapak tampaknya lupa di mana hotelnya. Bahkan, Herlambang mengantar si bapak hingga ke tiga hotel.

"Di hotel ketiga, baru ketemu. Dia ketemu istrinya. Istrinya langsung nangis. Saya ikut nangis, mas. Ini sampai saya rekam di handphone saya," kata dia. (*)

Penulis: Eko Fajri