Pariaman Suplai 1.000 Hewan Kurban dari Kabupaten Tetangga.

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF -- Pemerintahan Kota Pariaman targetkan 1.000 hewan kurban untuk disembelih di Hari Raya Idul Adha . Namun hingga sekarang (Jumat, 2 Agustus 2019) baru tersedia 450 ekor hewan kurban .

Plt Kepala Dinas Petanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Pariaman , Dasril, mengatakan perihal tersebut, 450 ekor hewan kurban dari 1.000 ekor yang ditargetkan itu disuplai dari Kabupaten Padang Pariaman .

baca juga: Pemko Pariaman Bangun 1.000 Septic Tank untuk Warga

"Kami targetkan sebanyak 1.000 ekor hewan kurban , di hari "H" target harus terpenuhi. Telah kami data, baru 450 ekor yang ada, disuplai dari Padang Pariaman , " jelas Dasril, Jumat 2 Agustus 2019.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk menyediakan stok hewan kurban , Kota Pariaman belum memadai. "Karena kita belum punya Pakan ternak yang memadai" sebut Plt Kadis itu.

baca juga: Polres Pariaman Bekuk Seorang Pria Diduga Pengedar Narkoba

Sementara itu, Wali Kota Pariaman , Genius Umar mengakui perihal tidak memadainya pakan ternak yang ada di Pariaman sehingga produksi hewan ternak terbatas untuk kebutuhan hari raya besar.

"Saya telah instruksikan kepada Dinas Perdagangan, untuk kebutuhan hari raya kedepannya, Pariaman bisa produksi sendiri," sebut Genius Umar.

baca juga: Pemko Pariaman Kembali Salurkan Bibit Pertanian

Dikatakannya juga, untuk saat ini terpaksa diambil dari luar Kota Pariaman . "Produksi sapi kita masih kurang, " ucapnya.

Dia yakin, untuk tahun depan Kota Pariaman mampu sediakan sebanyak 3.000 hewan kurban .

baca juga: Hari ke-5 Pencarian Nelayan di Pariaman Belum Menuai Hasil, Begini Situasinya

"Tahun depan produksi hewan potong untuk Kota Pariaman sebanyak tiga ribu ekor. Pikir saya, itu mampu kami lakukan dengan kerjasama bersama Bumdes, penyuluh agama dengan program penyuluh petanian, bisa juga melalui bidang ketahanan pangan, peternakan dan lainnya," jelas Genius.

Selain itu, Genius juga mengulas perihal Rumah Potong Hewan (RPH). Disebutkannya, RPH yang ada saat ini letaknya tidak strategis. "Terlalu dekat dengan water front city," ucap Wali Kota.

Kendatipun demikian, dia telah meminta agar Dinas Peternakan mengevaluasi keberadaan RPH tersebut. "Meminta Dinas terkait mengevaluasi serta mencari tempat yang baru," jelas Genius.

Genius menyimpulkan, kedepan produksi hewan potong di Kota Pariaman harus meningkat, berhubungan dengan konsumsi daging masyarakat juga meningkat.

"Hemat saya, kebutuhan masyarakat Kota Pariaman terhadap sapi di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha sekitar 3.000 ekor," sebut Genius. (Rehasa)

Penulis: Eko Fajri