Anggota Parlemen Desak AS Blokir Penjualan Alat Kontrol ke Hong Kong

Hongkong
Hongkong (Net)

KLIKPOSITIF - Kelompok bipartisan anggota parlemen AS mendesak Administrasi Trump menangguhkan penjualan amunisi dan peralatan pengendalian massa di masa depan kepada polisi Hong Kong, yang dituduh menggunakan kekuatan berlebihan terhadap para demonstran anti-pemerintah.

Seorang aktivis demokrasi Hong Kong, Joshua Wong, minggu ini men-tweet gambar-gambar cangkang gas air mata dan peluru karet yang katanya digunakan oleh polisi untuk melawan pengunjuk rasa.

baca juga: Rusia Rencana Luncurkan Luna-25 ke Bulan pada 2021

Perwakilan Christopher Smith dan James McGovern, ketua komisi hak asasi manusia kongres, membuat permintaan mereka dalam surat kepada Sekretaris Negara Mike Pompeo dan Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross.

"Kami meminta Anda untuk menangguhkan penjualan amunisi dan kerumunan dan peralatan kontrol huru-hara di masa depan ke Kepolisian Hong Kong dan secara terbuka mengumumkan bahwa AS tidak akan berkontribusi pada represi internal protes damai di Hong Kong," tulis mereka.

baca juga: Singapura Segera Uji Coba Antibodi Covid-19

Mereka juga mendesak sekretaris untuk mendorong kembali terhadap upaya pemerintah Hong Kong dan China untuk menggambarkan demonstrasi sebagai 'kerusuhan' dan menyalahkan AS atas ketidakstabilan politik yang mereka ciptakan sendiri.

Departemen Luar Negeri dan Departemen Perdagangan tidak segera menanggapi permintaan komentar. “Semua senjata ini diimpor dari Amerika Serikat. Mengingat bukti kebrutalan polisi yang tak terhitung banyaknya dalam protes baru-baru ini, semua negara harus menghentikan penjualan senjata kepada Polisi Hong Kong yang terkenal jahat, ”kata Wong di Twitter.

baca juga: Bawa 191 Orang, Pesawat Air India Express Jatuh hingga Terbelah Dua

Ribuan pegawai negeri bergabung dalam protes anti-pemerintah di Hong Kong pada hari Jumat (2/8) untuk pertama kalinya sejak mereka mulai dua bulan lalu, menentang peringatan dari pihak berwenang untuk tetap netral secara politik.

Protes terhadap RUU yang diusulkan yang akan memungkinkan orang untuk diekstradisi untuk diadili di daratan China telah tumbuh semakin keras, dengan polisi dituduh menggunakan kekuatan berlebihan dan gagal melindungi pengunjuk rasa dari dugaan serangan geng.

baca juga: Gunakan AI, Astronom Temukan Galaksi dengan Tingkat Oksigen Terendah

Dilansir dari laman reuters, Komisi hak asasi manusia terdiri dari lebih dari 40 anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS. Smith adalah Republikan dan McGovern seorang Demokrat.

Penulis: Fitria Marlina