Unand Kukuhkan Dua Guru Besar dari Fakultas Kedokteran

Foto bersama dua guru besar yang dikukuhkan dengan Rektor Unand Tafdil Husni dan Majelis Guru Besar.
Foto bersama dua guru besar yang dikukuhkan dengan Rektor Unand Tafdil Husni dan Majelis Guru Besar. (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Universitas Andalas ( Unand ) Padang kembali mengukuhkan dua guru besar, Rabu (14/8) di Convetion Hall Limau Manis Unand . Dikukuhkannya kedua Profesor dari Fakultas Kedokteran ini menjadikan 147 total guru besar di Unand .

Kedua guru besar yang dikukuhkan tersebut adalah Prof.Dr. Eti Yerizel, MS sebagai guru besar tetap Ilmu Biokimia. Orasi ilmiah Eti Yerizel berjudul Efek Stres Oksidatif Pada Hiperglikemia Terhadap Makromolekul dan Beberapa Faktor Anterogenik Penderita Diabetes Melitus Tipe 2.

baca juga: Dies Natalis Unand ke 64, Rektor: Mari Lanjutkan Pengembangan Unand

“Judul ini saya pilih berdasarkan beberapa penelitian yang telah saya lakukan bersama teman-teman dan mahasiswa bimbingan saya di Fakultas Kedokteran. Prevalensi pendertita DM tipe 2 terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Sejauh mana efek dari stres oksidatif pada keadaan hiperglikemia pada DM tipe 2 akan memicu pembentukan radikal bebas sehingga menyebabkan kerusakan beberapa makromolekul dan jaringan tubuh, seperti DNA, lemak, protein dan menimbulkan beberapa faktor aterogenik,” sebut Eti Yerizel.

Kerusakan makromolekul ini berpengaruh pada aktifittas enzim dan selanjutnya akan menghambat enzim pada metabolismeglikolisis, sehingga menimbulkan beberapa reaksi seperti polyol pathway dan pembentukan Diasil Glycerol (DAG) yang mengaktivasi protein kinase C serta pembentukan Advance Glycosylation End Products. Reaksi ini menyebabkan beberapa faktor aterogenik dan berakhir pada disfungsi endotel.

baca juga: Ini Tanggapan Pakar Politik Unand Tentang Pernyataan Puan Maharani

Sementara itu Prof. Dr.dr Delmi Sulastri, MS, SpGK menyampaikan orasi ilmiahnya dengan judul Menuju Diet Individu dengan Nutrigenomik dan Nutrigenetik (sebuah Perspektif Baru dalam Merumuskan Diertary Guidelines).

“Saat ini sudah berkembang sebuah ilmu baru yang mengaitkan diet dengan gen dan DNA yang mengatur fungsi tubuh. Ilmu tersebut disebut dengan genomik nutrisional,” sebutnya.

baca juga: 9 Mahasiswa Penerima Beasiswa Asal Myanmar Mulai Pendidikan di Universitas Andalas

Genomik Nutrisional adalah ilmu yang mempelajari respon gen terhadap makanan yang dimakan yang bertujuan untuk mengetahui secara dini perubahan apa yang akan terjadi setelah makanan tersebut masuk kedalam tubuh.Genomik Nutrisional dibagi menjadi dua displin ilmu yaitu Genomik Nutrisional dan Nutrigenetik.

Sementara itu Rektor Unand Tafdil Husni mengatakan terus mendorong dosen-dosen untuk menjadi guru besar."Beberapa program sudah dibuat oleh Unand untuk mendorong dosen-dosen menjadi guru besar," ujarnya. (*)

baca juga: Kasus COVID-19 Kembali Meningkat di Sumbar, Kepala Laboratorium Unand Ingatkan Hal Ini

Penulis: Joni Abdul Kasir