Investor Siap Bangun Hotel Bintang 4 di Payakumbuh

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan sudah adanya investor yang siap membangun hotel bintang empat di daerah tersebut.

Kepala Dinas PUPR Payakumbuh , Muslim menyebut, investor tersebut sudah membeli tanah untuk pembangunan hotel tersebut. Apabila pembangunan tersebut terealisasi, itu akan menjadi hotel bintang empat pertama di daerah itu.

baca juga: Terganggu Pandemi COVID-19, Sejumlah Program Kejari Payakumbuh Harus Disesuaikan

"Rencana lokasinya di samping SMK Negri 1 Payakumbuh , Kenagarian Koto nan Ampek dengan luas lahan sekitar 1,4 hektar," kata Muslim, Jumat (16/8).

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, luas bangunan yang nanti dibangun adalah 15.000 meter persegi dan luas tapak 3.000 meter persegi.

baca juga: Kurban Rendang Perdana Dinilai Sukses, Wako Payakumbuh Targetkan Lebih Banyak Sapi Tahun Depan

Diakuinya, selama ini Pemko Payakumbuh mengalami kerugian yang cukup besar karena tidak memiliki jenis penginapan hotel berbintang. Akibatnya, banyak wisatawan yang datang ke Payakumbuh dan Limapuluh Kota justru menginap di Bukittinggi

"Dari sisi PAD (Pendapatan Asli Daerah) tentu itu merugikan kita," lanjutnya.

baca juga: Ada yang Protes Terkait Diperpanjangnya Masa Belajar Siswa di Rumah, Ini Jawaban Wako Payakumbuh

Sampai sejauh ini, di Payakumbuh baru terdapat satu hotel bintang dua, sisanya merupakan hotel bintang satu, serta wista, dan homestay.

Minimnya jumlah hotel tersebut membuat tarif penginapan di Payakumbuh cukup mahal jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Bukittinggi atau daerah lain.

baca juga: KPN Husada Syariah RSUD Adnaan WD Wakili Payakumbuh untuk Lomba Koperasi Tingkat Sumbar

"Rata-rata menginap di Payakumbuh cukup mahal jika melihat fasilitas penginapannya, wisma saja harga paling murah Rp300 ribu," kata Wisatawan asal Pekanbaru, Mirza.

Padahal menurutnya Payakumbuh memiliki potensi yang luas biasa karena daerahnya beririsan dengan Kabupaten Limapuluh Kota dan menjadi daerah perlintasan Padang-Pekanbaru.

"Selain itu lokasi wisata di sini juga cukup menjanjikan. Tapi pengunjung cukup kesulitan menemukan penginapan yang representatif," pungkasnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat