Presiden Minta Menkeu Kaji Dokumen Panama Papers

Panama Papers
Panama Papers (Reuters.com)

KLIKPOSITIF - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengkaji dokumen Panama (Panama papers).

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo mengatakan, isi dokumen tersebut dipelajari dulu ada hubungan atau tidak dengan isi Rancangan Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak (tax amnesty) yang telah diserahkan ke DPR pada 16 Pebruari 2016.

baca juga: 9 Mei, ICIJ Akan Rilis Semua Dokumen Panama Papers

"Soal Panama papers, itu tentu dipelajari dulu, apakah ada kaitannya dengan upaya pemerintah untuk membuat tax amnesty. Jadi diminta kepada Menteri Keuangan untuk kaji itu," ungkapnya seusai sidang kabinet paripurna di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis 7 April 2016.

Sebelumnya, beredar hasil laporan investigasi firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca yang di dalamnya terdapat dokumen berisi data perusahaan bayangan di yurisdiksi bebas pajak (offshore) yang dimanfaatkan untuk menghindari pajak.

baca juga: Keterlibatan Presiden Rusia dan Panama Papers

Isi dokumen itu mengungkapkan jejaring korupsi dan kejahatan pajak para kepala negara, agen rahasia, pesohor, sampai buronan disembunyikan di negara bebas pajak. Lebih dari 2.000 nama perseorangan dan perusahaan di Indonesia yang terindikasi ada di dokumen tersebut.

Pada Selasa (5/4), Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memastikan data yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menilai aset para wajib pajak di luar negeri bukan berasal dari laporan dokumen Panama. "Saya tekankan bahwa data sementara yang kita miliki itu tidak berasal dari sana," kata Bambang.

baca juga: Presiden FIFA Tegaskan Tidak Terlibat dalam Panama Papers

[Ant]

Penulis: Fitria Marlina