Walikota Padang: Ilegal Logging Jadi Penyebab Banjir Maret Lalu

Banjir di Padang 22 Maret lalu.
Banjir di Padang 22 Maret lalu. (ANTARA FOTO)

KLIKPOSITIF – Walikota Padang Mahyeldi mengatakan, banjir besar yang melanda Kota Padang pada 22 Maret lalu disebabkan oleh aktivitas pembabatan hutan secara ilegal.

“Jadi kemaren setelah banjir kita menurunkan tim untuk memeriksa hulu sungai kita. Dan berdasarkan laporan sementara ada longsoran yang menghambat saluran sungai sehingga mengakibatkan air tergenang. Genangan ini di banyak titik,” katanya usai melakukan diskusi bersama Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) di Saung Meeting BPA Kota Padang , di Sungai Lareh, Kamis (7/4).

baca juga: Pandemi Belum Berakhir, Target Penerimaan PBB di Padang Bertambah Rp96 Miliar

Ia menuturkan, sejumlah bukti yang menunjukkan adanya aktivitas ilegal logging terlihat di mana saat terjadinya banjir lalu cukup banyak kayu yang hanyut menuju pemukiman warga. “Ilegal logging dipastikan ada,” tegas Walikota.

Bukti lainnya, ia melanjutkan, yakni jebolnya jembatan di Sungai Bangek karena adanya batang kayu besar yang mengantam jembatan tersebut. Kayu besar dengan akarnya itu hanyut dibawa air Sungai Batang Kandih dan merusak sejumlah infrastruktur.

baca juga: Hormati Kearifan Lokal, PGI Harap Masalah Jilbab di SMKN 2 Padang Tidak Perlu Sampai ke Ranah Hukum

“Terjangan air bersama kayu kuat sekali, jembatan dan rumah ikut ambruk,” ungkap Walikota.

Karena itu, pihaknya ingin memastikan kondisi anak sungai Batang Kandih termasuk menindak pelaku ilegal loging.

baca juga: Penagih Pajak Tak Kesulitan Temui Masyarakat Saat Pandemi, Penerimaan PBB di Padang Meningkat

“Ini yang namanya pengrusakan hutan, kayu dipotong untuk menguasai tanah. Ini harus dievaluasi, kita akan lihat datanya siapa, dan perlu dilakukan langkah untuk meminimalisir ilegal logging. Kita perlu bersinergi dan mengumpulkan kekuatan penuh,” sebut Walikota.

Ia mengimbau kepada seluruh warga yang berada di pinggiran hutan untuk tidak merusak hutan. Untuk meminimalisir terjadinya banjir dan banyaknya air tawar yang masuk ke laut, ia menyebut perlunya dibuat cek dam, embung, biopori dan sumur resapan.

baca juga: Perumdam Kota Padang Targetkan 8.000 Pelanggan Baru Tahun Ini

“Sehingga ketika curah hujan tinggi, ada kawasan yang bisa menampung air tersebut. Kita juga siapkan masyarakat di sepanjang aliran sungai untuk bekerjasama melestarikan hutan dan kurangi banjir bandang,” tutur Walikota.

Sementara itu, Kepala Dinas Pernakbunhut Kota Padang , Dian Fakhri mengatakan bahwa pihaknya akan mencoba meminimalisir ilegal logging yang selama ini banyak terjadi di perbukitan yang ada di Kota Padang . Hal ini menurutnya perlu kerjasama dengan masyarakat agar ilegal logging tidak lagi terjadi.

Dia mengakui bahwa beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan inspeksi ke empat hulu sungai yang ada di Kota Padang . Menurutnya, di empat hulu sungai tersebut kondisinya cukup memprihatinkan. “Kita akan pantau terus empat hulu sungai itu secara berkala,” ungkapnya.

[M. Noli Hendra]

Penulis: Elvia Mawarni