Sambut TdS, Danau Singkarak Dibersihkan dari Sampah

Bersih sampah Danau Singkarak
Bersih sampah Danau Singkarak (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Menjelang perhelatan Tour de Singkarak 2019 yang akan berlangsung dari 2 hingga 10 November, Danau Singkarak dibersihkan dari sampah .

Aksi bersih danau Singkarak berlangsung Jumat 25 Oktober 2019. Dikuti oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, pejabat Dinas Lingkungan Hidup dari provinsi dan Kabupaten Solok.

baca juga: Khawatir Zat Berbahaya Kantong Plastik, Masjid di Padang Gunakan Besek Bambu untuk Bungkus Daging Kurban

Pada kesempatan itu, Nasrul Abit mengkampanyekan budaya malu melihat dan membuang sampah yang tidak pada tempatnya.

Menurut Nasrul Abit, sampah merupakan persoalan yang cukup menyita perhatian pemerintah. Baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

baca juga: DLH Padang Akui TPA Air Dingin Belum Bisa Lakukan Sanitary Renville, Ini Penyebabnya

Sampah kata Nasrul Abit, tidak hanya mencemari lingkungan sekitar tempat tinggal, namun juga bisa mengancam keberlangsungan ekosistem yang hidup dibawah air.

“Budaya malu melihat dan membuang sampah ini harus dihidupkan kembali. Agar tidak mencemari lingkungan. Mari jaga kebersihan dan mari ciptakan danau Singkarak bebas dari sampah ,”kata Nasrul Abit, saat mengikuti aksi bersih danau Singkarak, Jumat 25 Oktober 2019.

baca juga: Kota Padang Kekurangan Bank Sampah, Ini Kata DLH

Menurut Nasrul Abit, danau Singkarak merupakan danau terbesar kedua di pulau Sumatera yang memiliki potensi nilai jual yang tinggi. Meski demikian, kita tidak menutup mata kalau terjadi persoalan yang cukup serius di danau Singkarak.

Persoalan itu yakni, kerusakan chactmen area dan peningkatan jumlah KJA dan bagan, serta bangunan yang berdiri tanpa izin dan penurunan endemik spesies ikan bilih serta meningkatnya jumlah timbunan sampah di sekitar area pinggiran danau Singkarak.

baca juga: Gubernur Sumbar: Danau Maninjau Prioritas Pemerintah Pusat

“Maka dari itu, danau singkarak menjadi salah satu danau prioritas nasional mengingat terjadinya pencemaran dan kerusakan danau yag butuh langkah penyelamatan,”ujar Nasrul Abit.

Lebih lanjut Nasrul, disamping ada pengurangan jumlah KJA, aksi bersih yang dilakukan hari ini, perlu dilakukan secara berkesinambungan sebagai bentuk upaya penyelamatan danau singkarak .

“Apabila danau singkarak bebas dari sampah dan pencemaran, maka populasi ikan bilih sebagai endemik khas danau singkarak , dapat kembali meningkat,” katanya.

Nasrul Abit menilai, persoalan sampah , terutama sampah plastik ini tidak hanya terjadi di kawasan danau singkarak saja. Namun hampir di seluruh objek wisata yang ada. Sampah plastik kata Nasrul, sangat susah hancur dan butuh waktu yang sangat lama untuk bisa terurai kembali.

“Maka dari itu, gerakan aksi bersih sampah ini sangat baik. Kita menyambut baik aksi ini. Gerakan seperti ini akan mampu mengurangi jumlah sampah yang ada di kawasan danau singkarak ," tutupnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir