Petugas KUA Diminta Mengubah Paradigma Berpikirnya Tentang Uang

Pembahasan peraturan juknis jabatan fungsional penghulu oleh kemenag
Pembahasan peraturan juknis jabatan fungsional penghulu oleh kemenag (kemenag.go.id)

KLIKPOSITIF -- Kantor Urusan Agama ( KUA ) Kecamatan merupakan etalase Kementerian Agama yang harus dijaga kehormatannya. Menjaga kehormatan KUA sama artinya dengan menjaga citra Kementerian Agama.

Untuk itu, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag Mohsen mengingatkan jajarannya untuk membangun integritas dan tidak malakukan pungutan liar (pungli) dalam pelayanan.

baca juga: Viral Tentang Syarat Auditor Halal di UU Cipta Kerja, Ini Penjelasan Kemenag

"Oleh karenanya jangan terdengar lagi modus-modus lama yang pernah terjadi di KUA seperti gratifikasi dan pungli," tandas Mohsen di hadapan peserta Rapat Pembahasan Peraturan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penghulu, Jum'at (01/11), di Depok, yang dikutip dari kemenag .go.id.

Mantan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah ini menyinggung kasus pungli pengurusan duplikat buku nikah di KUA di Surabaya beberapa waktu lalu yang sempat viral di media sosial. Hal ini menyebabkan wajah KUA dan Kementerian Agama kembali tercoreng. 

baca juga: Bahas Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi, Kemenag Ajak PPIU

Pihak Kemenag Surabaya sudah memohon maaf atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada biaya dalam pengurusan duplikat buku nikah alias gratis. Kemenag Surabaya juga telah memanggil kepala dan petugas KUA serta memberikan sanksi sesuai PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Mohsen meminta kasus semacam itu tidak terulang.  Menurutnya, petugas KUA harus dapat membangun integritas. Salah satu caranya, berani menentukan nilai hidup, apakah menjadi orang baik dan jujur atau sebaliknya.

baca juga: Dicari Calon Imam Masjid untuk Ditempatkan di Arab, Siapa yang Berminat?

Untuk membangun integritas, petugas KUA juga harus mengubah paradigma berpikirnya tentang uang. "Kita harus berani mengatakan bahwa uang bukan segala-galanya. Kita tunjukkan bahwa kita punya kualitas dan nilai yang tidak bisa diukur dengan uang," tandasnya.

Cara lain untuk membangun integritas adalah menepati janji, termasuk sumpah jabatan. "Bertanggung jawab. Jangan suka mencari kambing hitam. Kalau kita salah jangan menyalahkan bawahan. Jika seperti ini berarti dia tidak berintegritas," urai Mohsen seraya menambahkan kiat lainnya adalah dengan selalu berteman dengan orang baik dan jujur yang menjaga integritasnya. (*)

baca juga: Kemenag Susun Mitigasi Risiko Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi

Penulis: Iwan R