Tunggu Solar Bersubsidi, Sopir Truk di Pasbar Rela Bermalam di SPBU

Kendaraan yang terparkir menunggu kedatangan BBM jenis Solar di SPBU Batang Toman, Kecamatan Pasaman-Pasaman Barat
Kendaraan yang terparkir menunggu kedatangan BBM jenis Solar di SPBU Batang Toman, Kecamatan Pasaman-Pasaman Barat (KLIKPOSITIF/Irfan Pasaribu)

PASAMAN BARAT , KLIKPOSITIF -- Bahan bakar minyak ( BBM ) jenis bio solar di Kabupaten Pasaman Barat -Sumbar mengalami kelangkaan. Untuk mendapatkan BBM subsidi tersebut, sopir terpaksa harus bermalam di SPBU.

Akibatnya, hampir 1 kilometer kendaraan terparkir di jalan lintas di salah satu SPBU di Kecamatan Pasaman yakni SPBU Batang Toman untuk menunggu kedatangan BBM bersubsidi tersebut.

baca juga: KPU Pasbar Umumkan Jumlah DPS Sebanyak 259.329 Tersebar di 1.034 TPS

"Jatah yang diberikan Pertamina tidak sebanding lagi dengan jumlah permintaan yang ada," sebut Pengelola SPBU Batang Toman, Suardi kepada KLIKPOSITIF , Sabtu (9/11) dini hari.

Sedangkan jumlah kendaraan pengguna BBM menurutnya terus meningkat, sementara untuk pemasukan Bio Solar sendiri hampir menyeluruh di SPBU di Pasbar terjadi pengurangan hingga 50 persen oleh Pertamina.

baca juga: Audy Sebut Sumbar Punya Potensi Jadi Lumbung Jagung Nasional, Pasbar Salah Satu Titiknya

"Sekarang jatah kita hanya 8.000 liter (setengah tengki). Itupun kedatangan minyak tersebut juga tidak tiap hari. Tentu tidak sampai setengah hari BBM subsidi ini sudah habis. Apa lagi sekarang, kita bisa melihat dengan jumlah kendaraan yang terparkir sekarang, diperkirakan solar yang akan bongkar nanti sudah habis dan dikhawatirkan tidak mencukupi

"Kan kasihan, dengan adanya kondisi ini terkadang membuat banyak kendaraan bersama pengemudinya harus menginap dikendaraannya. Sehingga hal itu sering kali membuat kemacetan terjadi di jalan sekitar SPBU ini," katanya.

baca juga: 16 Paket Besar Ganja Kering Disita, Empat Pelaku Dibekuk di Pasbar

Sementara itu, salah seorang sopir truk pengangkut Buah Sawit, Isuik (46) mengkhawatirkan jika ini terus-terusan berlanjut dan akan berdampak pada pendapatannya.

"Karena langka ini, saya tidak bisa tiap hari lagi membawa buah sawit ke pabrik. Sebab bagaimana mobil bisa berjalan kalau minyaknya tidak ada," terangnya.

baca juga: Seorang Warga Meninggal Dunia Dinyatakan Positif COVID di Pasbar

[Irfan Pasaribu]

Penulis: Iwan R