Manajemen RSUP M Djamil Padang akan Polisikan Driver Ojol yang Bawa Jenazah Bayi

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, dr Yuriswan Yusuf
Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, dr Yuriswan Yusuf (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF  -- Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang , dr Yuriswan Yusuf berencana akan melaporkan driver ojek online yang menjemput jenazah Ramadhan Halif Putra pada Selasa 19 November 2019.

"Kami akan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Karena ini sudah melanggar Standar Prosedur kami," ujarnya.

baca juga: Pemko Padang Klaim Telah Putus Penyebaran COVID-19 di Klaster Pasar Raya Padang

Baca juga :

Padang Bawa Jenazah Bayi Gunakan Motor, Begini Ceritanya" href="http://news. KLIKPOSITIF .com/baca/60769/driver-ojol-di-padang-bawa-jenazah-bayi-gunakan-motor--begini-ceritanya">Driver Ojol di Padang Bawa Jenazah Bayi Gunakan Motor, Begini Ceritanya

baca juga: Dalam Masa Pandemi, 10 Ribu Orang Akan Berkumpul Saat HUT Kota Padang

Ini Hasil Penelusuran Sementara Ombudsman Terkait Jenazah yang Ditahan di M Djamil

Ia mengatakan bahwa pihaknya untuk mengeluarkan jenazah memiliki prosedur seperti penyelesaian syarat administrasi.

baca juga: Bantu Atasi Krisis Darah, Dinas Perdagangan Adakan Kegiatan Donor Darah

"Syarat administrasi yang kami maksud disini bukan uang, tetapi dokumen-dokumen seperti surat kematian dan beberapa hal lainnya," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh massa yang menggunakan seragam ojek online itu sudah melanggar karena pihaknya memiliki prosedur pengamanan dan itu ditembus oleh massa tersebut.

baca juga: PMI Padang Krisis Darah Selama Pandemi

"Kami paham sebenarnya mereka tidak mengetahui prosedur kami dan dengan informasi yang kurang valid itu mereka langsung bertindak," lanjutnya.

Sementara itu, Wardiansyah (28) salah seorang driver ojek online yang ikut menjemput jenazah Halif mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu hanya karena kemanusiaan.

"Kami memang tidak mengetahui prosedur Rumah Sakit. Kami melakukan itu karena mendengar harus melunaskan biaya perawatan terlebih dahulu, baru bisa keluar," lanjutnya.

Ia menghaturkan maaf jika apa yang ia lakukan dengan teman-temannya itu melanggar prosedur Rumah Sakit dan berharap tidak ada lagi masalah kedepannya.

[Halbert Caniago]

Penulis: Iwan R