Tinjau Lokasi Banjir Bandang Galapuang, Gubernur Serahkan Bantuan Rp 250 Juta

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meninjau lokasi banjir bandang Galapuang
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meninjau lokasi banjir bandang Galapuang (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF -- Gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno mengunjungi sekaligus memberikan bantuan kepada korban banjir bandang di Galapuang, Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Jumat sore (22/11).

Tiba di lokasi banjir bandang sekitar pukul 18.00 WIB, Prof. Irwan Prayitno didampingi istrinya disambut Bupati Agam Dr. H. Indra Catri bersama istri Ny. Vita Indra Catri dan Forkopimda.

baca juga: Sampel Banyak Menumpuk, Hasil Swab Pasien di Agam Lama Menunggu

Meskipun hujan gerimis, Irwan Prayitno tetap melihat langsung proses pengerjaan pembersihan material di lokasi kejadian.

Setelah itu, gubernur yang disapa IP itu langsung menuju posko bantuan sembari berdialog dengan keluarga korban.

baca juga: Pemprov Sumbar Masih Menunggu SK Pjs, Kabiro Organisasi: Idealnya Hari Ini Sudah Dilantik

Gubernur menegaskan, dirinya meninjau lokasi bencana untuk memastikan penanganan pasca bencana berjalan maksimal bagi 13 KK yang menjadi korban.

"Bantuan yang kita serahkan dari pemprov sebesar Rp 200 juta dan Baznas Provinsi Sumbar Rp50 juta. Ditambah dengan bantuan sembako lainnya," ujar IP.

baca juga: Pemprov Sumbar Salurkan Bantuan Rp45 Juta untuk Korban Kebakaran di Maninjau

Dalam kesempatan itu, gubernur mengapresiasi langkah Bupati Agam dan jajaran atas penanganan cepat yang dilakukan.

"Kita berikan solusi jangka panjang. Maka warga yang masih tinggal di daerah perbukitan dan tepi sungai agar segera pindah ke tempat yang lebih aman sehingga kejadian serupa tak terulang," pintanya.

baca juga: MTI Kapau Terbakar Pagi Ini

Gubernur menilai bila longsor di kawasan zona merah tidak ditangani secara serius dan cepat, tidak menutup kemungkinan longsor akan terjadi lagi.

Sebelum meninggalkan lokasi, gubernur dua periode itu sempat memotivasi petugas dan seluruh pihak yang ikut membantu proses evakuasi.

Menyikapi hal itu, Dr. H. Indra Catri menyatakan sudah menyediakan lahan untuk merelokasi korban ke tanah milik pemerintah daerah di Dama Gadang.

"Kita memiliki lahan sekitar 8 hektar lagi di Dama Gadang, dan siap untuk digunakan bagi warga yang terkena banjir bandang . Namun, kita tidak melarang apabila masyarakat tetap menggunakan lahan yang terkena longsor untuk berkebun," terang bupati. (rel)

Penulis: Rezka Delpiera