Rahasiakan Pengadaan Alutsista TNI, Prabowo: Banyak Mata dan Telinga

Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto
Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto (Suara.com)

KLIKPOSITIF -- Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto mengatakan pihaknya telah memiliki prioritas utama dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan atau alutsista TNI. Namun, Prabowo enggan menyebutkan apa saja alutsista yang menjadi prioritas tersebut.

Menurut Prabowo hal yang menyangkut pertahan itu bersifat rahasia. Sehingga, Prabowo pun enggan menjawab pertanyaan awak media tatkala ditanyai ihwal pengadaan alutsista yang menjadi prioritas Kemhan.

baca juga: Anggaran Rp169,7 Triliun di APBN 2021, Legislator Minta Selesaikan Permasalahan Kesehatan

"Prioritas ya ada, tidak akan saya sampaikan ke kalian. Ini banyak mata dan telinga di sini," kata Prabowo di Kantor Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

Dalam kesempatan itu, Prabowo sendiri mengungkapkan bahwa anggaran pemerintah untuk membeli alutsista TNI masih terbilang kecil jika dibandingkan negara tetangga. Meskipun, anggaran yang diberikan pemerintah kepada Kemhan yakni Rp131 triliun itu terhitung merupakan yang terbesar dibanding pos kementerian lainnya.

baca juga: Fadli Zon Anjurkan Masyarakat Nonton Film G30S PKI, Ini Alasannya

"Jadi anggaran kita di Asia Tenggara terkecil dibanding negara tetangga kita. Kita tidak sampai satu persen dari GDP (Growth Domestic Product) kita, dari produksi domestik bruto kita. Kita baru sekitar 0,8 persen. Tetangga-tetangga kita ada yang 2 persen, 3 persen," ungkapnya.

Untuk itu, Prabowo pun mengaku kekinian pihaknya tengah memperjuangkan agar anggaran pemerintah untuk belanja alutsista segera ditingkatkan. Hal itu dinilai Prabowo penting demi menjaga kedaulatan negara.

baca juga: Hari Ini Bareskrim Periksa Enam Saksi dalami Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

"Ini yang sedang saya perjuangkan supaya kita juga bisa anggaran ditingkatkan untuk menjamin kedaulatan kita, menjaga wilayah kita mengamankan kekayaan, kita supaya tidak dicuri bangsa-bangsa lain," tandasnya. (*)

Sumber: Suara.com

baca juga: Harga Tanaman Ini Disebut Sampai Rp100 Juta, Apa Istimewanya?

Penulis: Eko Fajri