Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Agam Libatkan Tokoh Adat dan Mahasiswa

sosialisasi program pengembangan pengawasan partisipatif melalui sarana kebudayaan yang digelar di Hotel Grand Royal Denai Bukittinggi
sosialisasi program pengembangan pengawasan partisipatif melalui sarana kebudayaan yang digelar di Hotel Grand Royal Denai Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF --  Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Agam libatkan tokoh-tokoh adat dan tokoh masyarakat dalam mengawasi tahapan-tahapan Pemilu 2020, baik untuk Pilgub Sumbar, maupun untuk Pilkada Kabupaten Agam .

Menurut Ketua Bawaslu Agam , Elvys, tokoh adat ini sengaja dilibatkan untuk memberi pencerahan, serta memberikan sosilisasi tentang Pemilu di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

baca juga: Lagi, Agam Tambah 26 Pasien Total 465 Warga Terjangkit

"Minimal bisa memberikan pencerahan kepada anak kemenakan, bagaimana mengikuti Pemilu yang benar," ujar Elvys di sela-sela kegiatan sosialisasi program pengembangan pengawasan partisipatif melalui sarana kebudayaan yang digelar di Hotel Grand Royal Denai Bukittinggi , Rabu 4 Desember 2019.

Tak hanya tokoh adat, Bawaslu Agam juga libatkan para mahasiswa. Salah satu upaya yang ditempuh, Bawaslu Agam melakukan MoU (memorandum of understanding)  atau kerjasama dengan Kampus IAIN Bukittinggi .

baca juga: KPU Solsel Umumkan 112.250 DPS, Masyarakat Diminta Pastikan Nama Terdaftar

"Mahasiswa dilibatkan, karena ada program kemasyarakatan melalui KKN (Kuliah Kerja Nyata). Nah, dalam program itu, mahasiswa melakukan sosialisai tentang bagaimana memilih yang benar, dampak money politic bagi masyarakat, serta memberikan semacam pendidikan politik bagi masyarakat. Tahun kemarin, ada kelompok tersendiri dari IAIN yang turun ke masyarakat. Kami menginginkan kerjasama itu terus berlanjut," harap Elvys.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Surya Efitrimen menjelaskan pemilu tidak bisa dilepaskan dari partisipasi masyarakat, dan salah satu bentuk partisipasi itu adalah pengawasan Pemilu dalam bentuk pengawasan partisipatif.

baca juga: Update COVID-19 di Agam Hari Ini, Dua Positif dan 13 Pasien Dinyatakan Sembuh

Menurutnya, strategi yang dilakukan Bawaslu dalam rangka pengawasan partisipatif itu adalah melibatkan berbagai kelompok strategis yang ada di masyarakat.

"Kelompok strategis itu, tentu kalau kita kelompokan banyak. Misalnya tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, termasuk perguruan tinggi, mahasiswa dan media. Seluruh kelompok itu merupakan mitra strategis yang memang harus selalu diajak bekerjasama dalam setiap kegiatan dan aktivitas yang dilakukan oleh Bawaslu dalam rangka pengawasan partisipatif," jelas Surya Efitrimen.

baca juga: Rekor 50 Kasus COVID-19 Dalam Sehari, Ini Kata Dinas Kesehatan Bukittinggi

Ia melanjutkan, Sumbar sebagai daerah yang berbudaya dan beradat, sangat mengharapkan peran tokoh adat yang menunjang dan mendukung kegiatan pengawasan partisipatif Bawaslu , agar masyarakat lebih mudah memahami program pengawasan partisipatif. (*)

Penulis: Iwan R