Soal Ujian SD di Junjung Sirih Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad SAW, Ini Penjelasan Disdik

Heboh, Soal Ujian PAI semester I Kelas IV SD di kecamatan Junjung Sirih yang dinilai lecehkan Nabi Muhammad SAW.
Heboh, Soal Ujian PAI semester I Kelas IV SD di kecamatan Junjung Sirih yang dinilai lecehkan Nabi Muhammad SAW. (Ist)

SOLOK , KLIKPOSITIF -- Masyarakat Solok dihebohkan dengan munculnya soal ujian soal ujian semester I kelas IV SD mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Diketahui, dalam soal ujian yang tertera dalam urutan nomor ke 13 itu, tertulis "Sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani ?. Dalam menjawab pertanyaan itu, diberikan pilihan jawaban diantaranya :
A. Malas Belajar
B. Mengerjakan tugas belajar
C. Menjaga nama baik sekolah dan guru
D. Menjaga nama baik orang tua.

baca juga: Polisi Bongkar Peran Anita Kolopaking dalam Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra

Soal ujian yang sempat viral di media sosial Facebook itu mengundang pendapat beragam dari berbagai elemen, Kemunculan soal ujian itu dianggap meresahkan dan sangat menyinggung perasaan umat Islam.

BACA JUGA:  MUI Dalami Soal Ujian di Solok yang Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad

baca juga: Ini Jadwal Rilis Liga 1 2020 Oleh PT LIB

Anggota DPRD Kabupaten Solok , Nazar Bakri mengaku sangat menyayangkan dengan kemunculan soal yang tidak patut dan dianggap melecehkan nabi Muhammad SAW yang selama ini menjadi teladan bagi umat Islam.

"Amat kita sayangkan, hal seperti bisa terjadi di kabupaten Solok , ini perlu di evaluasi oleh seluruh pihak terkait," sebut Nazar Bakri saat ditanyai wartawan, Rabu (11/12).

baca juga: Ini Pesan Jokowi di Kongres Gerindra

Menurutnya, Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan bagi seluruh umat Islam. Apalagi yang digambarkan dalam soal itu tentunya jauh sekali dari sikap dan sifat Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), Dinas Pendidikan Kabupaten Solok , Dafrizal, membenarkan munculnya soal ujian yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW dalam ujian semester Sekolah Dasar di Kecamatan Junjuang Sirieh.

baca juga: Gunung Sinabung Erupsi, 4 Kecamatan di Karo Tertutup Abu Vulkanik

"Keberadaan soal tersebut baru diketahui setelah ujian selesai. Ujian PAI sudah dilakukan pada Senin 9 Desember kemarin," jawab Dafrizal.

Menurut Dafrizal, dalam mekanismenya, penyusunan soal ujian dilakukan oleh tim pembuat soal dari unsur guru yang ditunjuk. Kemudian, soal itu diedit lagi oleh tim revisi dan baru diserahkan ke Korwil kecamatan untuk dicetak.

"Soal sudah direvisi sebanyak dua kali dan sudah diedit sebanyak dua kali oleh tim yang ditunjuk, namun ternyata soal nomor 13 itu luput dari perhatian dan terlanjur tersebarkan pada peserta ujian," sebut Defrizal.

Soal ujian PAI bagi pelajar kelas IV Sekolah Dasar di Kecamatan Junjuang Sirieh tersebut disebarkan di 16 Sekolah Dasar di Junjung Sirih, yang terdiri dari 14 Sekolah Negri dan Dua sekolah swasta. Diperkirakan jumlah murid yang ujian 400 orang.

Pihak Dinas Pendidikan kabupaten Solok mengaku sudah memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan soal ujian tersebut.

Munculnya soal ujian tersebut seolah bertolak belakang dari upaya Pemerintah kabupaten Solok yang tengah gencarnya membangun Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP). (Syafriadi)

Penulis: Eko Fajri