Mobil Sahabat Erman Safar Dilempari Batu Oleh OTK

Kaca mobil belakang milik Sahabat Erman Safar pecah akibat dilempari batu
Kaca mobil belakang milik Sahabat Erman Safar pecah akibat dilempari batu (Screenshot)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -- Bakal calon Wali Kota Bukittinggi , Erman Safar sangat menyayangkan adanya aksi lempar batu ke mobil Nissan X-Trail dengan nomor polisi B 8757 LV milik salah satu Sahabat Erman Safar yang membuat kaca mobil bagian belakang menjadi pecah.

"Kami berharap ini kejadian pertama dan yang terakhir, karena kami datang untuk menjalin silaturrahmi dan menjaga persaudaraan," ujar Erman Safar , Kamis 12 Desember 2019.

baca juga: Rekor 50 Kasus COVID-19 Dalam Sehari, Ini Kata Dinas Kesehatan Bukittinggi

Erman Safar belum berani menyimpulkan apakah aksi pelemparan batu itu terkait masalah politik atau tidak. Menurutnya, selama ini pihaknya tidak memiliki musuh dan tidak akan mencari musuh. 

"Jangan sampai ada perpecahan karena alasan perbedaan politik. Jika ada suatu masalah, mari kita bicarakan baik-baik secara kekeluargaan," jelasnya.

baca juga: Jalan Bukittinggi-Medan Amblas, Berpuluh Kendaraan Antri

Meski kaca mobil pecah, namun Erman Safar telah memaafkan orang yang tidak bertanggungjawab tersebut. Tapi secara hukum, pihaknya masih mengkaji apakah akan melaporkannya ke polisi atau tidak.

Sebelumnya, mobil pribadi milik Delfitra Visco, yang diparkirkan di rumah tempat tinggalnya dilempari dengan batu oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Simpang Limau Bukittinggi .

baca juga: Jumlah DPS di Bukittinggi Berkurang 4 Ribuan, Ini Sebabnya

Peristiwa itu terjadi pada Selasa 10 Desember 2019 dini hari, yang menyebabkan kaca bagian belakang mobil yang bergambar Erman Safar , bolong dan pecah. Diduga aksi pelemparan batu itu dilakukan antara pukul 00.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.

Kejadian itu baru diketahui pada Selasa Pagi sekitar pukul 08.05 WIB. Dalam mobil bagian belakang ditemukan batu bulat sebesar kepalan tinju orang dewasa, yang diduga digunakan OTK dalam melakukan aksinya.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Agam dan Bukittinggi Terus Bertambah

Hingga Kamis sore, belum diketahui siapa pelakunya dan apa motifnya. Sejumlah rekaman kamera pengintai (CCTV) akan dibuka untuk mendeteksi ciri-ciri pelaku. (*) 

Penulis: Iwan R