Mesin Penggiling Padinya Terendam Banjir, Agus 'Banting Stir' Jualan Telur

Agus
Agus (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

LIMAPULUH KOTA , KLIKPOSITIF -- Agus (64) hanya termangu menatapi mesin penggiling padinya yang rusak setelah digenangi banjir sejak Senin 9 Desember 2019 lalu.

Agus harus berpikir keras lagi, agar bencana banjir itu tidak membuat pemasukannya terhenti, meski harus banting stir mencari pekerjaan lain.

baca juga: 7 Nagari di Batangkapas Pessel Terdampak Banjir, Rumah dan Jembatan Rusak Parah

"Untuk sementara ini, saya menjual telur ayam dulu, agar tetap bisa memiliki penghasilan, karena mesin penggiling padi ini rusak," ujarnya sembari memilih telur yang baru diantar oleh pemilik kandang.

Menurut Agus, butuh waktu sedikit lama untuk memperbaiki mesin penggiling padinya yang rusak.

baca juga: Hujan Deras di Kota Padang, Jundul Rawang Banjir Lagi

"Paling lama sepekan untuk perbaikan mesin ini. Kalau cuaca kembali hujan dan air sungai kembali meluap, saya tidak bisa apa-apa lagi," lanjutnya.

Ia mengatakan, biasanya dalam sehari ia mampu menggiling beras sebanyak dua ton dan bisa dijual untuk di Kabupaten Limapuluh Kota sendiri atau dijual ke daerah Riau.

baca juga: Korban Banjir di Muaro Painan dan Batangkapas Pessel Dievakuasi

Tidak hanya mesin, lokasi penjemuran padi yang berada di bagian belakang huller-nya juga digenangi oleh lumpur dan air hingga Kamis siang.

Agus berspekulasi, produksi beras di daerah tersebut akan tersendat hingga tahun depan. Pasalnya, banyak sawah masyarakat yang terendam banjir dan gagal panen.

baca juga: Warga Batangkapas Pessel Nekat Terobos Banjir

"Kalaupun huller ini bisa beroperasi, padi yang akan di produksi juga tidak akan maksimal. Karena sawah petani juga tergenang banjir ," katanya.

Ia berharap agar bencana yang tiap tahun melanda daerah tersebut bisa teratasi, sehingga produksi beras di lokasi tersebut tidak lagi terganggu karena bencana.

[Halbert Caniago]

Penulis: Iwan R