Kapolda Sumbar Serahkan Uang Ganti Rugi Rp101 Juta di Bukittinggi

Penyerahan dana ganti rugi oleh Kapolda Sumbar
Penyerahan dana ganti rugi oleh Kapolda Sumbar (Dokumentasi Polres Bukittinggi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -- Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal didampingi oleh Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso, bertempat di Aula Mapolres Bukittinggi menyerahkan ganti rugi kepada keluarga korban penganiayaan oleh personil Polsek Bukittinggi yang bernama Erik Alamsyah, Kamis (12/12/2019) sesuai putusan perkara no.9/Pdt.Eks/2019/PN BKT.

Ganti rugi yang diserahkan itu adalah uang tunai berjumlah Rp101.281.000 (seratus satu juta dua ratus delapan puluh satu ribu rupiah). 

baca juga: Rekor 50 Kasus COVID-19 Dalam Sehari, Ini Kata Dinas Kesehatan Bukittinggi

Pada saat penyerahan ganti rugi oleh Kapolda Sumbar tersebut kepada orang tua korban yang bernama Alam Syahfudi disaksikan oleh Ketua Pengadilan Negeri Kota Bukittinggi Habsoro Restu Widodo, SH, Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi, Sik, M. Hum, Panitera Pengadilan Negeri Bukittinggi Evikson, SH , Panitera Muda Perdata Nuraisyah, M. SH, juru Sita Andayani, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang Aldy Harby, S.Sy.MH serta dari Polda Sumbar yakni Kompol F. Harefa, SH, MH (Kaurluhkum Subbid Sunluhkum Bidkum Polda Sumbar), Akp Amrizal, SH ( Ps Paur Ham Subbidbankum Bidkum Polda Sumbar) dan Iptu Eldi Syafnur (Ps Paur 2 Subbidbankum Bidkum Polda Sumbar) .

Kapolres Bukittinggi mengatakan, penyerahan ganti rugi tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban Kepolisian RI melalui pihak Polres Bukittinggi terhadap keluarga korban sesuai dalam pelaksanaan Putusan Perkara Nomor 9/Pdt.Eks/2019/PN BKT.

baca juga: Jalan Bukittinggi-Medan Amblas, Berpuluh Kendaraan Antri

Kasus itu sendiri terjadi pada tahun 2012 yang lalu. Saat itu, tangkapan Polsekta Bukittinggi , Erik Alamsyah (21), warga Cupak Solok, meninggal dunia ketika dalam perjalanan dari Mapolsek Bukittinggi menuju Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi .

Erik meninggal dunia setelah dianiaya oknum polisi di ruangan Subnit Opsnal Reskrim Polsekta Bukittinggi .  Di sekujur tubuh korban dipenuhi luka tusuk dan lebam, hanya beberapa jam setelah ditangkap di kawasan Anak Aia Mandiangin Bukittinggi pada tanggal 30 Maret 2012 lalu.

baca juga: Jumlah DPS di Bukittinggi Berkurang 4 Ribuan, Ini Sebabnya

Sebelumnya, pihak keluarga Erik mengaku ditipu oleh anggota Polsekta Bukittinggi yang mengatakan korban meninggal akibat kecelakaan, yakni bertabrakan sesama kendaraan bermotor. Atas dasar itu, pihak keluarga mau saja menandatangi surat pernyataan agar jenazah Erik tidak diotopsi. Namun, kenyataannya Erik meninggal setelah diintrogasi oleh anggota Polsekta Bukittinggi atas kasus dugaan curanmor.

Atas kejadian itu, Majelis Hakim yang diketuai oleh Petriyanti dengan anggota Supardi dan Cut Carrelia saat sidang agenda putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bukittinggi pada Senin (22/10/2012) memvonis empat polisi, AM Muntarizal, Riwanto Manurung, Fitra Yohanda, dan Boby Hertanto dengan hukuman 10 bulan penjara, sementara dua polisi lainnya, Deky Masriko dan Dodi Hariandi divonis satu tahun penjara.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Agam dan Bukittinggi Terus Bertambah

Majelis Hakim menyimpulkan, tangkapan Polsekta Bukittinggi Erik Alamsyah, meninggal dunia akibat mengalami benturan keras saat terjatuh, bukan karena dianiaya enam polisi.

Begitu juga dengan hasil visum yang menjelaskan terjadinya luka-luka pada sekujur tubuh, majelis hakim berpendapat bahwa luka-luka tersebut tidak menjadi penyebab kematian Erik Alamsyah, tapi hanya luka bagian kepala akibat benturan itulah yang menyebabkan meninggal dunianya Erik. (*)

Penulis: Iwan R