Diterjang Banjir, Beberapa Sekolah di Solok Selatan Mundurkan Jadwal Ujian Semester

sekolah di Solok Selatan digenangi air
sekolah di Solok Selatan digenangi air (KLIKPOSITIF/ Halber)

SOLOK SELATAN, KLIKPOSITIF -- Siswa di Sekolah Dasar (SD) 10 Pasar Muara Labuh, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan terpaksa mengundur jadwal ujian karena banjir yang merendam sekolah itu.

Sebangak 101 orang siswa tersebut masih meninggalkan empat mata pelajaran yang akan diujikan pada semester satu ini.

baca juga: 10 Warga Kota Solok Positif COVID-19, 4 Diantaranya Dokter Coass

Kepala sekolah SD tersebut, Tishukrianita mengatakan bahwa peralatan sekolah serta soal ujian yang akan diujikan juga tidak bisa dipakai lagi.

"Kami sudah meletakkan soal ujian itu di tempat yang tinggi, karena debit air sangat tinggi, lemari itu rebah dan soal ujian semuanya basah," ujarnya.

baca juga: Sekda Kota Solok Ikuti Rakernas Virtual Kemenkeu

Selain itu, tiga unit komputer dan buku yang ada di perpustakaan juga basah dan tidak bisa lagi dipakai. Selain itu, bangku sekolah juga kotor karena banjir yang bercampur dengan lumpur.

Pada Sabtu 14 Desember 2019 siang, pihak sekolah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan masih melakukan pembersihan ruangan sekolah.

baca juga: Polisi Masih Dalami Kasus Penyegelan Rumah Wabup Solok

"Siswa kami liburkan sejak Kamis kemarin dan kami rencanakan akan melanjutkan ujian setelah semuanya bersih kembali," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga masih mengusahakan soal ujian untuk mata pelajaran Agama, Matenatika, Olahraga dan Tema lima.

baca juga: Sidang Paripurna, DPRD Kota Solok Sahkan APBD Perubahan 2020

Sementara itu, agar peralatan sekolah tidak tergenang banjir lagi yang terjadi setiap tahun di lokasi itu, ia akan mengajukan proposal untuk membuat sekolah itu menjadi bertingkat.

"Kalau misalnya sekolah ini bertingkat dua, peralatan-peralatan sekoalah bisa diletakkan di sana dan meminimalisir akan terkena dampak banjir tahunan ini," lanjutnya.

Selain sekolahnya, menurutnya dua sekolah lainnya yaitu SD Islam Terpadu dan SD 22 Kiambang juga terkena dampak yang sama setiap tahunnya. "Tiga sekolah ini selalu terkena dampak banjir . Untuk dua sekolah lain saya tidak tahu dampaknya saat ini seperti apa," tutupnya. [Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri