Perairan Natuna

Ratusan Nelayan Kerahkan Kapal ke Natuna, Hadang Kapal RRT?

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF -- Aliansi Nelayan Indonesia (Anni) mengerahkan 500 kapal besar nelayan untuk mencari ikan ke Natuna . Mereka sekaligus ikut membantu TNI dalam pengamanan perairan Natuna .

Anni menilai kedaulatan laut merupakan harga mati bagi bangsa Indonesia sehingga para aktivis kelautan dan nelayan Indonesia siap ke Natuna untuk membantu TNI menjaga kedaulatan NKRI .

baca juga: IBF 2020 : Protokol COVID-19, Faktor Kunci Kebangkitan Industri EO

Situasi perairan Natuna saat ini, menurut dia, memanas menyusul pengawasan armada Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang mengawal kapal nelayan mereka ketika mencari ikan di perairan Natuna yang keberadaannya diakui oleh PBB masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

"Ada hampir 500 kapal nelayan berukuran besar, di atas 100 GT yang siap masuk ke Natuna melakukan penangkapan ikan sekaligus menjadi mata-mata negara dalam rangka mengamankan batas teritorial NKRI ," kata Ketua Umum Anni, Riyono, dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Senin (6/1/2020).

baca juga: DPR Tegaskan Revisi UU Pemilu Akan Tampung Masukan Pakar

Protes pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri kepada RRT sampai saat ini belum mampu menghentikan aktivitas kapal China di Natuna . China masih membiarkan kapal-kapal pencari ikan beserta kapal pengawasnya berada di kawasan itu.

Menurut Riyono, aktivitas kapal-kapal nelayan dan kapal pengawas China di perairan Natuna tersebut sama saja memprovokasi Indonesia. Selain provokasi yang bisa menyulut implikasi politik dan ekonomi, menurut informasi Riyono, pelanggaran batas teritorial tersebut ternyata juga diikuti dengan ulah nelayan China yang memakai pukat harimau, sesuatu yang dilarang di Indonesia.

baca juga: Erick Thohir Minta Bos-bos BUMN Punya Akhlak

"Ini menambah runyam masalah sengketa," kata Riyono yang juga politikus PKS tersebut.

Anni mendukung langkah pemerintah melayangkan protes keras kepada China. Anni juga mendukung aksi TNI yang melakukan patroli sekaligus memberi ancaman terhadap nelayan dan kapal RRT yang memasuki wilayah Natuna .

baca juga: Ada'Made in Indonesia' di Jersey Baru Inter Milan Musim Depan

"Kami akan menggalang kekuatan nelayan Indonesia seperti HNSI, KTNA, dan organisasi nelayan lokal untuk bekerja sama dengan aparat keamanan dalam bentuk pengerahan kapal-kapal besar nelayan ke Natuna . Nelayan juga akan demo ke Kedubes RRT," kata Riyono. (*)

Sumber: Antara/Suara.com

Penulis: Eko Fajri | Editor: Rezka Delpiera