Lihat Orang Buang Sampah di Padang? Rekam dan Dapatkan Uang Rp100 Ribu

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat akan memberikan insentif sebesar Rp100 ribu kepada siapa saja memvideokan oknum yang membuang sampah sembarangan di daerah itu.

Perekam video bisa langsung mengirim aktivitas buang sampah sembarangan ke http://bit.ly/insentifsampah dengan mengisi formulir di https://forms.gle/XLrJqGjkJcAKCTyKA atau dengan scan code QR khusus yang telah disediakan DLH.

baca juga: Khawatir Zat Berbahaya Kantong Plastik, Masjid di Padang Gunakan Besek Bambu untuk Bungkus Daging Kurban

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mairizon menjelaskan, ada lima poin larangan yang telah tercantum dalam perwako. Pertama membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan. Kedua, membuang sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) dari pukul 05.00 sampai dengan 17.00 WIB.

Kemudian ketiga, membakar sampah tidak sesuai dengan persyaratan teknis, keempat, membuang sampah tanpa dipilah berdasarkan sifat dan jenisnya. Terakhir, mencampur sampah dengan limbah berbahaya dan beracun.

baca juga: DLH Padang Akui TPA Air Dingin Belum Bisa Lakukan Sanitary Renville, Ini Penyebabnya

"Jika menemukan tidak sesuai dengan ketentuan diatas langsung videokan dan kirim ke kami. Berlaku untuk seluruh wilayah di Kota Padang. Prioritaskan vidio pelaku yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Kami akan berikan Rp100 ribu kepada perekam," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Rabu, 22 Januari 2020.

Dijelaskannya, kriteria vidio yang mendapatkan insentif bisa memenuhi syarat tampak wajah oknum yang membuang sampah sembarangan, kemudian alamat atau dimana yang bersangkutan sering beraktivitas. Agar, DLH bisa memproses oknum tersebut.

baca juga: Kota Padang Kekurangan Bank Sampah, Ini Kata DLH

"Paling penting, video yang dikirim bisa memperlihatkan aktivitas pelanggaran yang dilakukan pelaku. Sebagai contoh ada oknum yang membuang sampah ke sungai atau ke jalan. Kemudian pelapor bisa memberikan informasi ringkas dimana kejadian itu terjadi, dan alamat pelaku agar bisa kami telusuri," katanya.

Tujuannya, agar pelaku dapat ditindak secara hukum (ditipiringkan) melalui proses verifikasi dan penyelidikan oleh penyidik DLH.

baca juga: Kubus Apung di Padang Akan Berfungsi Pekan Ini

Ditegaskan Mairizon, pelapor tidak perlu takut sebab semua yang berkaitan dengan pelapor akan dirahasiakan. "Kita menggunakan google form jadi tidak perlu takut, tinggal rekam secara diam-diam dan kirim, mulai dari sekarang sudah bisa mengirimkan langsung ke kami," katanya lagi.

Prosesnya juga tidak ribet, setelah video diterima, DLH akan mempelajari video tersebut. Kemudian penyidik akan mendatangi orang dan alamat yang dilaporkan sebagai proses verifikasi.

"Untuk pelapor kami akan telpon, kami berikan insentif secara langsung dan tidak perlu datang ke kantor kami. Terakhir, tidak ada batasan video yg dikirim selagi memenuhi ketentuan," tukasnya.

Mendapatkan informasi tersebut, Ari (35) warga Koto Tangah mengaku sangat setuju dengan upaya DLH Padang. Menurutnya agar ada efek jera bagi oknum yang membuang sampah sembarangan.

"Apalagi dapat duit, ada dua video sehari lumayan juga dapat Rp200 ribu," selorohnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir