Peningkatan Volume Sampah Selama Musim Hujan di Payakumbuh Mencapai 200 Ton Perbulan

Ilustrasi sampah.
Ilustrasi sampah. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Hujan yang dalam beberapa waktu terakhir cukup sering mengguyur Kota Payakumbuh mengakibatkan terjadinya peningkatan volume sampah di daerah tersebut.

Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh mencatat, selama musim hujan ini, volume sampah di daerah itu mencapai 2.200 ton setiap bulannya.

baca juga: Pelanggan PDAM Payakumbuh yang Bayar Tagihan Tepat Waktu Berpeluang Dapat Honda Beat

"Pada musim kemarau volume sampah Payakumbuh hanya 2.000 ton per bulan atau 66 sampai 68 ton sehari," kata Kepala DLH, Dafrul Pasi, Kamis (6/2).

Menutunya, terjadinya peningkatan volume sampah pada musim hujan adalah hal biasa, karena ketika hujan berat sampah -sampah yang berada di tempat pembuangan sementara bertambah akibat basah.

baca juga: Kepala Dinas DPMPTSP Kota Padang Puji MPP Payakumbuh

Selain itu, penyebab bertambahnya volume sampah dikarenakan hanyut dari wilayah lain melalui sungai sehingga ada timbunan sampah ketika air mulai menyusut.

"Memang timbunan sampah tidak seluruhnya dari wilayah lain tapi memang juga disebabkan karena perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan membuang langsung ke sungai," ujarnya.

baca juga: Target PAD Payakumbuh di KUPA PPAS 2020 Diturunkan 23,7 M

Agar tidak terjadi banjir di musim penghujan, Dafrul menghimbau masyarakat agar membuang sampah di tempatnya.

"Jangan karena ingin menuntaskan sampah di rumah tangga sendiri kita membuang sampah ke gorong-gorong. Karena bisa menjadi permasalahan kota," sebut Dafrul.

baca juga: Halaman Balai Kota Payakumbuh Gunakan Paving Block Olahan Sampah Plastik

Setelah itu, masyarakat diharapkan dapat membuat sumber resapan air di rumah masing-masing seperti dengan membuat biopori atau dengan tidak menutup seluruh permukaan lahan di sekitar rumah dengan semen.

"Terakhir masyarakat juga kami imbau untuk menanam pohon di sekitar rumah, tidak hanya untuk menanggulangi banjir. Tapi juga bisa menambah ketersediaan udara bersih di Payakumbuh ," pungkasnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat