Krisis Kelok Cindua Bukittinggi, Dishub Batasi Kendaraan Melintas

Dishub Memasang Marka Larangan Bagi Truk dan Bus
Dishub Memasang Marka Larangan Bagi Truk dan Bus (KLIKPOSITIF/HATTA RIZAL)

BUKITINGGI, KLIKPOSITIF - Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi mengambil kebijakan terkait Kelok Cindua.

Kebijakan yang diambil adalah pembatasan kendaraan bertonase berat melintas di tikungan S bawah Lobang Jepang itu.

baca juga: Dua Pejabat Terkomfirmasi Positif COVID-19, Hari Ini 55 Pegawai di Pemkab Solok Jalani Swab

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Bukittinggi Rekha mengatakan, langkah ini mesti diambil guna mencegah insiden di tikungan yang terletak di jalur Bukittinggi -Maninjau via Panta tersebut.

"Sementara kita batasi untuk truk maupun bus pariwisata, mengingat jalan terban di Kelok Cindua. Kita tentu tak ingin ada insiden mengingat kondisi jalan,'' kata Rekha saat dikonformasi KLIKPOSITIF , Kamis 13 Februari 2020.

baca juga: Polres Lima Puluh Kota Siagakan Puluhan Personel Untuk Amankan Pilkada di Tengah Pandemi

Rekha mengatakan, pihaknya sudah memasang marka jalan mengenai pembatasan kendaraan di Simpang Ateh Ngarai, dan berharap hal ini bisa dipatuhi pengendara demi keselamatan.

Kelok Cindua saat ini berada dalam kondisi kritis, karena sudah beberapa kali terban. Panjang sisi jalan yang ambruk 15 meter, kedalamannya 10 meter dan memakan badan jalan selebar 2 meter. Mobil hanya bisa melintas satu-satu tanpa bisa berpapasan.

baca juga: Istri Karyawan PDAM Padang Positif COVID-19, Ratusan Karyawan di Swab

Jalan ini terban akibat diterpa hujan deras dalam beberapa waktu terakhir dan tak tertutup kemungkinan kondisi Kelok Cindua kian memburuk jika tak segera ditangani.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Rezka Delpiera