Pemprov Sumbar Bakal Kembangkan Gas Bumi di Sijunjung

PLTP Muara Laboh, Solok Selatan
PLTP Muara Laboh, Solok Selatan (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya agar investasi masuk ke daerah itu terus meningkat.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyakini investasi bisa memberi multiplier effect atau efek pengganda bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Sebab kalau hanya mengandalkan APBD tidak akan cukup.

baca juga: Usai Turun Tajam, Harga Emas Kembali Naik Tipis

"Alhamdulillah investasi di Sumbar terus meningkat. nilai investas yang sebelumnya Rp4,3 triliun, kini meningkat menjadi Rp5,3 triliun," jelasnya, Kamis, 20 Februari 2020.

Irwan menuturkan, Pemprov menginvestasikan energi panas bumi (geothermal) yang mana menjadi nilai jual. Sebab, investasi energi panas bumi ramah lingkungan, karena dengan hal tersebut dapat menambah pasokkan listrik di Sumbar, bahkan dapat mengaliri provinsi tetangga seperti Sumatra Utara.

baca juga: Harga Emas Turun Drastis, Tapi Masih di Atas Rp1 Juta Per Gram

"Listrik kita ini dikirim ke Sumatera Utara, dan Riau. Tapi yang fokus kita energi terbarukan dan pariwisata karena wisata langsung berdampak ke lpada masyarakat," sebut Irwan, kemarin.

Irwan menambahkan, energi panas bumi yang baru saja dikembangkan ialah PLTP Muara Laboh sebesar 85 MW. Dia mengatakan, dana yang diberikan sebesar Rp8 triliun. Rencananya, akan dikembangkan lagi sebesar 75 MW.

baca juga: Emas Dunia Anjlok Lebih dari 5 Persen

"Namun yang jadi persoalan, Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN belum putus," ujar Irwan.

Tak hanya investasi panas bumi, Pemprov Sumbar berencana mengembangkan gas bumi (SKK Migas) yang berada di daerah Sijunjung , yang mana tempatnya cukup strategis. Selain itu, Pemprov juga berencanakan mengembangkan perkebunan kelapa sawit dan beberapa jenis ikan yang siap diekspor.

baca juga: Naik Lagi, Harga Emas Masih di Atas Rp1 Juta Per Gramnya

"Kita berharap Sumbar terus maju, dengan adanya investasi , khususnya investasi energi panas bumi, yang ramah lingkungan," tutupnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir