PN Payakumbuh Jatuhkan Vonis Kurungan 10 Hari Kepada Pelaku Mesum di Tempat Umum

Sidang pasangan mesum di PN Payakumbuh.
Sidang pasangan mesum di PN Payakumbuh. (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Pelaku mesum di tempat umum yang sebelumnya diamankan Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol) PP dijatuhi, Sabtu (14/3) lalu divonis hukuman kurungan penjara selama 10 hari oleh Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh pada sidang yang berlangsung Jumat (20/3).

Dalam sidang tersebut, pelaku KD (31) dan RFA (33) dituntut penyidik PPNS Satpol PP karena telah melakukan perbuatan yang mengarah kepada perzinahan dan melanggar pasal 15 junto pasal 6 Perda 12 th 2016 tentang pencegahan, penindakan dan pembrantasan pekat dan maksiat.

baca juga: Baliho Paslon Pilkada Sudah Bertebaran, Bawaslu Sumbar: Itu Bukan APK Resmi dan Akan Ditertibkan

Hakim tunggal Agung Darmawan, SH setelah mendengar keterangan dua orang saksi yang diajukan penyidik Satpol PP Ricky Zandra. Kedua pelaku mengakui memang benar telah melakukan perbuatan yang mengarah ke perzinahan di tempat umum.

Sidang yang dihadiri langsung Kasatpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh , Devitra bersama Sekretaris Erizon itu diputuskan oleh Hakim setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan kedua terdakwa.

baca juga: Update COVID-19 di Lima Puluh Kota, 11 Sembuh dan 6 Positif

"Untuk pelaku pria KR diputuskan hukuman oleh hakim 10 hari kurungan tanpa subsider. Namun yang bersangkutan diberi waktu untuk mengajukan banding dan berpikir selama satu minggu karena putusan hakim adalah dengan merampas kemerdekaan yang bersangkutan berupa kurungan. Jadi secara aturan dibolehkan untuk mengajukan banding," kata Devitra, Jumat (20/3).

Sementara untuk pelaku perempuan RFA diputus hakim dengan denda Rp1 juta rupiah subsider tujuh hari kurungan tanpa bisa banding (putusan final).

baca juga: Bawaslu Payakumbuh Ajak Masyarakat untuk Ikut Berpartisipasi Dalam Pengawasan Pilkada

"Perkara seperti ini baru kali pertama kita ajukan ke pengadilan. Perkara yang banyak dan telah kita ajukan selama ini baru terkait dengan Miras (Minuman keras), PKL, dan berjualan di bulan ramadhan," jelas Devitra.

Lebih lanjut, ia berharap keputusan hakim tersebut akan memberikan efek jera terhadap kedua pelaku dan menjadi pelajaran bagi masyarakat umum.

baca juga: Indeks Kerawanan Pemilu Sumbar Tertinggi Nasional, Bawaslu Siapkan Strategi Pengawasan

"Ke depan kita akan komitmen mengajukan perkara sejenis terkait penyakit masyarakat dan maksiat baik itu perzinahan maupun perbuatan yang mengarah kepada perzinahan sesuai dengan Perda Kota Payakumbuh No 12 Tahun 2016 Tentang pencegahan, penindakan dan pembrantasan penyakit masyrakat dan maksiat," terang Devitra.

Ia juga mengimbau Kepada masyarakat agar segera melaporkan kejadian pelanggaran pekat dan maksiat, sehingga bisa ditindaklanjuti oleh Satpol PP Payakumbuh .

"Di samping itu kita juga mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan tidak memutuskan denda sendiri tanpa ada dasar hukum yang jelas," tegasnya.

Sekadar informasi, kedua pelaku KF dan RFA diamankan masa ketika berbuat tidak senonoh di bawah Rumah Bulek Gelanggang Pacu Kuda Kubu Gadang Payakumbuh , Sabtu 14 maret 2020 lalu.

Kedua tertangkap tangan oleh sejumlah pemuda yg biasa bermain di sekitar lokasi dan dibawa oleh personel Satpol PP ke kantor untuk dilakukan proses penyidikan. (*)

Editor: Taufik Hidayat